TERSAYANG dan TERBODOH

Berkaitan dengan banjir yang melanda Jabodetabek, dan khususnya yang melanda Jakarta, saya jadi inget beberapa percakapan singkat dengan supir taksi di beberapa kota yang akhir tahun 2019, saya kunjungi.

1.Semarang

‘Kami senang sekarang banyak turis ke Semarang karena Pak Gub dan jajarannya berhasil membangun kembali Kota Lama Semarang, itu Lawang Sewu sekarang yang kerubutin turis2 bukan tuyul2 lagi’, begitu sambutan sang supir.🤣😂

Hahaaaa…. jadi inget dulu sekitar 15 tahun yang lalu, saya dan anak2 berkunjung ke Lawang Sewu dan baru sampai di depan pagarnya , mereka sudah berlari balik sambil ketakutan karena membaca peringatan yang dipasang di balik pagar ‘disini tempat tuyul2 berkumpul’.😁

Dan Kota Lama Semarang sekarang benar2 berkilau sebagai pusat keramaian.

2. Surabaya

‘Sepanjang jalan ini dulu kumuh, kotor dan jorok karena banyak warga buang hajat di kali, kemudian di tata Bu Risma, jadi seperti ini, rapi, rimbun dan bersih. Yang ketauan buang hajat kena denda, tapi sekarang udah ngga bisa juga karena udah dipagar beton sepanjang kali. Bu Risma kerja hebat padahal fisik beliau kadang kurang fit’.

Beneran terpesona lewat jalan tersebut saat saya menuju jembatan Suramadu, dan hati ikut menyayangkan saat Pak Supir bilang, ‘sayang Bu Risma akan selesai tugas bulan Oktober 2020’. Yeaahh….😢😢

3. Banyuwangi

‘Dulu mana ada yang mau datang ke Banyuwangi, penduduknya aja jarang ada yang mau ngaku orang Banyuwangi, bilangnya pasti dari Jember karena malu, Banyuwangi dulu terkenal dengan prostitusi dan santetnya, sekarang udah beda, kita bangga dengan Banyuwangi’ Melongo saya mendengar Pak Supir bicara seperti ini.

‘Bupati yang sekarang bener2 membangun Banyuwangi yang baru, pariwisata (yang instagenic) digenjot dan juga pemerataan ekonomi, sudah ngga ada ijin buat Alfa Mart dan Indo Mart untuk buka di sini’ Oalah…pantes aja di sepanjang jalan banyaknya warung/toko2 tradisional milik warga setempat.

‘Udah berapa periode Beliau menjabat?’
‘Ini udah periode ke dua Bu, udah ngga bisa dipilih lagi….’ jawab Pak Supir dengan nada suara rada sedih dan saya jadi ikutan sedih juga.😢😢

Sekilas terlintas video yang saya tonton di pameran arsitektur ‘Pr1hal Andramatin’ beberapa waktu lalu, Pak Azwar Anas menyampaikan pemikirannya menjalin kerja sama dengan team arsitek kaliber nasional untuk membangun Banyuwangi agar bisa memberikan semangat, contoh dan berkolaborasi dengan jajaran pejabat Pemda agar bisa bekerja profesional.

Terpesona dengan bandara Banyuwangi yang unik ? Itu salah satu hasil kolaborasi yang beliau lakukan.

4. Jakarta

Saya kembali ke Jakarta pada tanggal 1 Januari 2020, tiba di Bandara Soekarno Hatta jam 17.00, setelah mengurus bagasi, keluar jam 19.00 kurang, mengantri taksi dapat nomor 1167 dengan jumlah antrian sekitar 275 nomor🤦‍♀. Berupaya untuk naik moda transportasi lain seperti bus, tapi belum ada jadwal kedatangan karena kabarnya terhadang banjir, oh yaa… Jakarta sedang banjir, jadi kudu maklum dan siap sabar pada saat menunggu dan akhirnya dapat taksi setelah 2 jam lebih. Letih.

‘Banjir di mana-mana Bu, untung Ibu ke BSD kalo ke Puri mah saya ngga bisa antar. Mobil ngga bisa ke daerah situ’ dan meluncurlah dari mulut sang supir sederetan nama lokasi yang kena banjir di Jakarta. Ah…badan saya tiba2 menjadi lebih letih mendengarnya, pengen cepat tiba di rumah, beberes dan tidur.

Besoknya, tanggal 2 Jan dan kemudian sampai pagi ini masih viral terdengar sebutan gubernur terbodoh…. duuhhh Jakarta!😪😓😫

*Catatan untuk para pejabat publik, terlebih yang di Banten 😉, Anda itu dipilih (rakyat) untuk melayani dengan baik, benar dan bertanggung jawab. Keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat harus Anda perjuangkan. Contohlah pejabat2 yang amanah, sukses dan menjadi kesayangan rakyatnya, jangan contoh sosok yang baru 2 tahun menjabat tapi udah disuruh mundur dengan caci maki sebagai yang terbodoh.🤦‍♀🤦‍♀

*Maureen T. Rustandi
6 Januari 2020

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − two =