Teman, Sampaikan Salamku Kepada Sevilla Yang Cantik :)

Di kesempatan penghujung musim semi, awal Mei 2018 yang baru lalu, saya berkunjung ke Sevilla,  sebuah kota cantik di Spanyol,  yang letaknya ‘berdekatan’ dengan kota lainnya seperti : Granada, Cordoba dan Malaga.   Saya sebut berdekatan karena ke empat kota tersebut berada di bagian  yang sama,  yaitu bagian Selatan Spanyol  dan keempatnya berada di kawasan otonomi yang sama , yaitu Andalusia.

Yang membedakan adalah Sevilla merupakan ibukota dari otonomi Andalusia dan merupakan kota terbesar ke empat di Spanyol; sedangkan Granada,  Cordoba dan Malaga masing-masing merupakan ibukota dari propinsi dengan nama yang sama  yang  berada di kawasan otonomi  tersebut.      Sehingga  dari kedudukan sebagai ibukota,  bisa dikatakan Sevilla yang menjadi ‘kepala’  di antara ketiga kota lainnya.     Bila kamu ingin berkunjung ke salah satu kota tersebut,  silahkan sisihkan waktu dan atur jadwal untuk mengunjungi ke empatnya.  Biar hemat dan sekalian jalan gitu 🙂

Khusus ditulisan ini  saya  mau berkisah sedikit tentang Sevilla yang saya kunjungi hanya dalam yang cukup singkat, yaitu  1 hari 1 malam saja dan tentunya saya harus membuat pilihan dan prioritas tempat-tempat  apa saja yang baiknya saya kunjungi;   dan ini  yang saya lakukan sesaat setelah tiba di Sevilla yaitu bergegas pergi ke  Plaza Virgen de los Reyes dan Plaza del Triunfo.

Kedua plaza yang letaknya bersebelahan ini  merupakan jantungnya kota Sevilla,  tempat berpusatnya beberapa bangunan yang bernilai historis dan artistik.   Sedikitnya ada 3 situs wisata utama yang bisa dikunjungi di sini,  yaitu :

1.Menara Giralda

Berupa  ‘bell tower’  setinggi 100 meter yang merupakan landmark kota Sevilla dan juga termasuk salah satu menara indah di dunia  Dibangun pada abad 12 awalnya sebagai minaret mesjid agung Almohad;  setelah mengalami beberapa kali kerusakan akibat gempa,  saat ini Menara Giralda dilengkapi dengan lonceng  dan  pada puncaknya  bertengger dengan megah patung seorang wanita yang berdiri diatas bola dunia  memegang semacam layar kapal. Patung ini disebut sebagai representasi dari Triumph of Faith dan berfungsi sebagai penunjuk arah angin dan dinamai El Giraldillo yang bangunannya merupakan kesatuan dengan menara ini.

View from Giralda

Bila punya banyak waktu di Sevilla,  silahkan menyempatkan diri untuk naik ke menara ini sehingga kamu bisa melihat kecantikan  kota Sevilla dari ketinggian.

Pada saat saya berkunjung ke sini,  Menara Giralda sedang dalam proses restorasi, banyak tiang-tiang penyangga disekililingnya dan  ada pembatasan bagi pengunjung yang ingin naik.   Tampilan Giralda saat restorasi ini membuat saya tidak mempunyai fotonya yang anggun.  So,  saya jadi  punya alasan ya untuk kembali ke Sevilla suatu saat nanti 😉

2.Katedral Sevilla

Cathedral de Sevilla

Informasi yang ada menyebutkan ini adalah katedral terbesar ke tiga di dunia setelah Basilika St. Petrus di Vatican City dan Basilika Our Lady of Aparecida di Brasil,  tetapi karena keduanya tidak menjadi tempat kedudukan Uskup,  maka Katedral Sevilla,  yang bernama lengkap Cathedral of Saint Mary of the See,   disebut sebagai katedral terbesar di dunia.  Menduduki area seluas 23.500 M2,  dengan bangunan bergaya Gothic – Renaissance seluas  10.500 M2,  cukup kiranya menjadi alasan mengapa saya batal berjalan  mengitari katedral ini 😉  hhmm,   suatu kemalasan yang mungkin akan saya sesali suatu saat nanti.

St. Christopher Door

Sebelum menjadi Katedral Sevilla,  dulu di tempat yang sama berdiri bangungan besar berupa mesjid,  yang bernama Mesjid Almohad (abad 12);  seiring dengan pergantian kekuasaan yang terjadi di Sevilla,  maka pada periode abad 13 – 14 terjadi perubahan fungsi atas bangunan masjid  yang sebagian bangunannya  hancur karena gempa besar yang melanda Sevilla di pertengahan abad 13,  menjadi katedral.   Bangunan baru dan tambahan bangunan dibuat sekitar selama 100 tahun  sehingga menjadi katedral seperti saat ini.

Daya tarik utama yang membuat para pelancong  sebaiknya bergegas membeli tiket secara online (daripada kehabisan) dan rela mengantri panjang untuk masuk ke Katedral ini adalah untuk melihat keindahan altar utama  dan ingin melihat makam ChristophenColumbus,  sang penemu Benua Amerika.

Katedral ini memiliki 15 pintu masuk yang tersebar di semua sisi,  tapi tidak semua pintu masuk bisa membawa pengunjung ke area utama katedral karena beberapa di antaranya hanya mengantar kita masuk ke sebuah kapel.   Ada lebih kurang 30 kapel terdapat di katedral ini yang semuanya dilengkapi dengan  interior dan karya seni yang indah.    Pintu utama katedral adalah The Door Assumption yang terletak di tengah  sisi Barat,  sedangkan pengunjung biasanya mengantri masuk dari pintu Selatan,  The Door of Saint Christopher,  yang di area depannya terdapat replika patung El Giraldillo.

Capilla Mayor

Bila kita ada di sisi timur Katedral,  kita bisa menikmati kerimbunan pohon2 jeruk  di Patio of the Orange Trees (Patio de los Naranjos),  berupa taman yang luas dengan  pusat sebuah kolam air mancur yang letaknya sejajar dengan lorong gerbang menuju Katedral.

Memasuki ruang dalam Katedral, maka mata kita dalam sekejap dihadang oleh keindahan yang luar biasa,  pilar penyangga yang berbaris rapih dan menjulang indah membentuk kubah2,  karya seni  yang artistik, rumit dan halus berupa patung-patung,   lukisan kaca patri dan dekorasi lainnya.  Bila waktu terbatas,  maka bergegaslah menuju ke altar utama atau Capilla Mayor atau Chapel High di mana kita bisa melihat sebuah altar piece berukuran 20 meter X 13 meter dengan 45 panel dan lebih dari seribu tokoh (patung) sebagai pelakon  yang mengisahkan tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.      Altar piece ini dikerjakan selama 50 tahun lebih sejak tahun 1482 – 1533 oleh berbagai seniman berdasarkan design asli Pierre Dancart.  Patung Our Lady or Saint Mary of the See menempati posisi terhormat di sini.

Tomb of Christopher Colombus

Hal penting lainnya yang wajib dilihat di Katedral ini adalah Mouseleum Christopher Columbus yang  terletak di bagian timur katedral ini. Makam dan lebih tepatnya mummy Columbus diletakkan pada sebuah peti dan dipanggul empat orang pengawal dengan masing-masing memakai empat elemen lambang Spanyol yakni Kerajaan Kastilia, Kerajaan León, Mahkota Aragon dan Kerajaan Navarre seperti yang terdapat di bendera Spanyol.

Mengunjungi katedral ini saat kamu di Sevilla adalah keharusan;  keindahannya akan  membuka wawasan dan menambah kebijakan kita bahwa kemampuan manusia  memang  luar biasa dan Tuhan Sang Pencipta manusia sudah pasti lebih luar biasa lagi. Segala kemuliaan memang hanya untukNya.

3.The Reales Alcazares, lebih dikenal sebagai Alcazar.

Lion’s Gate

Sebuah komplek kastil yang terdiri dari beberapa bangunan dengan interior asli bergaya Moorish dan menjadi lokasi shooting filem fantasi Game of Throne yang popular itu.   Didirikan oleh dinasti Almohad, seperti halnya menara Giralda,  pada abad 12  dan  pada perkembangannya sejalan dengan pergantian penguasa/dinasti,  beberapa bangunan tambahan dibuat dengan gaya yang berbeda,  seperti gaya Gotic Renaissance,  yang tetap menggunakan elemen struktur asli Moorish.

Pintu masuk ke dalam kompleks Alcazar melalui Puerte del Leon atau Lion Gate, sebuah bangunan menyerupai benteng pertahanan sebuah kota,  merupakan bagian penting peninggalan dinasti Almohad,   dengan dinding tebal berwarna merah dan di atas pintu masuknya terpatri gambar seekor singa yang sedang memegan sebuah salib.  Saat saya tiba di sini,  antrian dari pengunjung yang belum mempunyai tiket,  sudah mengular dan luber ke Plaza del Triunfo.

Patio de las Doncellas

Note : Penting untuk saya ingatkan kembali,   bila kamu ingin berkunjung ke sini,  sebaiknya membeli tiket secara online.   Karena tanpa tiket online,  mungkin perlu waktu 1 s/d 2 jam untuk sampai di depan Lion Gate ini,  karena petugas mengatur maksimal 25 orang untuk masuk secara berkelompok hampir setiap 8-10 menit dan memberikan prioritas masuk kepada pengunjung yang sudah membeli tiket online dan juga  kepada pengunjung yang bergabung dengan licensed tour guide berbagai bahasa yang menawarkan jasa mereka secara berkeliling. Jadi bila kamu dalam antrian dan ingin potong kompas,  alternatif yang bisa diambil adalah bergabung dengan kelompok tour dadakan ini,  dengan membayar fee yang lumayan mahal,  sekitar 25-30 Euro/orang tergantung kepada bahasa pengantar yang digunakan.

Melewati pintu gerbang singa,  di sisi kiri kita akan menemui Chamber of Justice yang menyimpan kisah dramatis tentang pembunuhan,  di sisi kanan kita akan melihat bangunan dengan tampak depan yang sangat eye-catching,  yaitu Istana dari King Don Pedro,  yang merupakan masterpiece dari Mudejar Art;  dan di hadapan kita Patio de la Monteria yang menjadi identitas dari bangunan bergaya Moorish.

Inside Alcazar

Memasuki Monteria,  kita segera akan bertemu dengan  Patio de las Doncellas yang menjadi obyek para pengunjung berfoto.  Gaya bangunan unik ini mengingatkan saya kepada Alhambra,  kastil bergaya Moorish lainnya yang terletak di Granada,  kota yang saya kunjungi sebelum Sevilla.  Konon kisahnya tukang ukir yang sama didatangkan khusus dari Granada.  Doncellas, berupa bangunan 2 lantai mengelilingi  taman di bagian tengah,  dengan pilar-pilar berukir yang unik dan indah.   Dinding dari setiap ruangan di Doncellas juga bertekstur indah khas Moorish.

Berjalan kenarah sisi kiri dari Doncellas menuju bagian dalam Alcazar kita akan menemukan banyak ruangan dengan ukiran  keramik yang indah pada bagian dinding yang berkisah  tentang  cerita dari kitab suci, atau hanya sekedar ukiran khas seni Mudejar dan pesan penting lainnya untukmu adalah jangan lupa untuk mendongakkan kepala untuk melihat ukiran dengan tekstur yang indah berkilau pada beberapa bagian langi-langit khususnya  langit-langit dome.

Wall and ceiling of Ambassador’s Hall

Ada satu ruangan  yang menjadi pusat kekaguman pengunjung,  yaitu  Hall of the Ambassadors (Salon de Embajadores)  yang memperlihatkan keindahan dan keanggunan seni Mudejar pada bagian seluruh dinding,  arches,  dan pintu-pintunya.   Langit2 dome-nya sungguh indah yang konon merupakan peninggalan abad 15.  Disamping  The Ambassadors,  kamu juga akan  menjumpai King’s Gallery yang di dalamnya terdapat 56 panel lukisan para raja/ksatria yang dibuat oleh Diego de Esquivel sekitar abad 16.   Selanjutnya pada bagian akhir sebelum menuju ke taman di bagian belakang,  ada sebuah ruangan yang cukup besar lainnya yang bernama Tapestry Room.  Di ruangan ini tergantung dengan baik koleksi Flemish tapestry.

Setelah selesai menjelah ruangan-ruangan di Alcazar,  sempatkan juga untuk mengunjungi  taman,  yang bisa dinikmati keindahannya dari sedikit ketinggian bila kita menaiki lorong yang memanjang yang berada di sisi kiri taman.  Taman indah ini dilengkapi dengan  beberapa air mancur,  patung-patung  dan juga labirin.  Taman ini juga menyatu dengan ruang mandi terbuka Maria de Padilla dan Prince’s Garden.

Alcazar Garden

Mengunjungi Alcazar bila kamu sudah berada di Sevilla,  juga merupakan hal yang wajib.  Keindahan gabungan beberapa seni seperti Moorish,  Mudejar dan juga  Renaissance akan memperkuat pengertian kita bahwa keberagaman itu sesungguhnya indah.  Gabungan ke tiga seni ini bisa dilihat dari bentuk bangunan,  interior,  lukisan kaca,  corak langit-langit bahkan sampai ke penataan taman.

Setelah selesai seharian berkunjung ke 3 lokasi ini,  bila masih punya waktu di sore/malam hari atau pagi keesokan harinya,  sempatkan untuk berkunjung ke :

The Mushrooms of the Incarnation (Las Setas de la Encarnacion)

Panorama Deck – The Mushrooms

Bangunan kanopi modern karya arsitek Jerman,  Jurgen Mayer-Hermann ini lebih dikenal dengan nama Metropol Parasol,  didirikan di atas reruntuhan bangunan kuno,  menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata di Sevilla.  Metropol Parasol merupakan struktur  bangunan terbesar di dunia yang dibuat dari material kayu yang tampak dari kejauhan seperti jamur raksasa dan apabila dilihat dari dekat tampak material kayu yang dirakit secara indah ini seperti sarang lebah.

Struktur ini merupakan kubah atau kanopi yang memayungi area plaza yang banyak terdapat toko,  restoran,  museum dan ruang pameran di sekitarnya.   Ada tangga landai pada bagian sisinya yang mengantarkan pengunjung  mencapai ‘panorama deck’,  dan kamu harus menyediakan waktu untuk sampai di dek ini agar bisa melihat  sisi lain kota Sevilla dari ketinggian sekitar 25 meter.

Plaza de Espana

Plaza de Espana

Beberapa ulasan mengenai Plaza de Espana menyebutkan bahwa bangunan ini merupakan ‘the2nd most impressive’ setelah Katedral Sevilla,  berbentuk separuh lingkaran berwarna bata dan bergaya campuran antara Moorish dan Renaissance,  dilengkapi dengan dua menara di sisi utara dan selatan yang menambah daya kemegahannya.

Plaza ini dibangun untuk keperluan Expo 29 tahun 1929 di lokasi taman Maria Luisa sebagai pernyataan diri Sevilla sebagai kota industri dan pusat kerajinan.  Plaza ini juga dipergunakan lagi pada tahun 1992 saat Expo 92 diselenggarakan kembali di Sevilla.

Detail bangunan ini sangat indah dengan banyak ornamen keramik sebagai bagian dari struktur atau sebagai penghias dinding.  Lukisan keramik berwarna-warni cemerlang yang mewakili lambang  48 propinsi yang ada di Spanyol  bisa dijumpai di sini.    Sempatkan dirimu mengelilingi plaza ini dan mengakhiri kunjungan di sini dengan menyelusuri kanal yang terbentang bersisian dengan Plaza ini  seperti layaknya kamu berada di ‘mini Venice in Sevilla ;).

Foto-foto yang bagus  bisa kamu dapatkan bila datang pada waktu yang tepat seperti di pagi hari atau pada sore yang temaram saat matahari terbenam.   Yang saya sertakan di sini adalah foto hasil jepretan my youngest son 🙂

So,  jangan lupa tulis Plaza de Espana dalam daftar  tempat yang ingin kamu kunjungi di Sevilla.  Don’t miss it !

Inilah sekilas kisah tentang Sevilla yang bisa saya bagikan untukmu,  bila saya ingat perjalanan saya ke kota ini,  maka segala kenangan akan selalu mengulik perasaan saya untuk segera mengunjunginya kembali.   So,  bila kamu mengunjunginya segera dalam waktu dekat,  sampaikan salam saya padanya ya,  pada Sevilla yang cantik 😉

Jakarta, 20 Juli 2018

Maureen T. Rustandi

Sekilas info :

How to get Sevilla ?  Saya berkunjung ke Sevilla dari Granada via Cordoba dengan kereta api AVE by Renfe yang nyaman dan tepat waktu,  check di sini jadwal kereta api.

Punya banyak waktu di Sevilla ?  check website ini untuk informasi tempat2 menarik di Sevilla.

Bonus Foto-foto :

Detail of Capilla Mayor at Seville Cathedral : ada lebih 1000 patung di sini

Patio de las Doncellas : view dari bagian tengah

Altar Madonna @Alcazar

Ceiling of the dome of Ambassador’s Hall

Colourful ceramic painting @Alcazar

Patio de Banderas,  Sevilla

Plaza del Calbido, Sevilla

Santa Catalina Chapel, Sevilla

View dari Plaza de Espana

Central tourist attraction, Sevilla

Yang punya blog ini di depan Monteria, Alcazar 🙂

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *