Ronda !

The legend Puente Nuevo

Ronda !  Kata ini bergema di sanubari tiada henti sejak saya mulai merencanakan perjalanan  ke Spanyol  awal Desember 2017 sampai saat kaki menginjak stasiun kereta api di kota dengan nama yang sama pada tanggal 8 Mei 2018.  Sepotong gambar sebuah jembatan yang menjadi landmark kota ini,  telah menggebukan hati untuk mampir  ke sini.  Puente Nuevo  yang berarti New Bridge,  nama jembatan itu.  Sebuah  ‘jembatan baru’  yang dibangun selama 42 tahun dan selesai pada tahun 1793 😉

Ronda kids welcome me 😉

Ronda ! Stasiun kecil yang dipadati anak-anak SD kelas 1 or 2 dengan pendamping

masing-masing pagi itu begitu riuh rendah seakan ikut ‘menyambut’ kedatangan saya dan keluarga.  Wajah2 ceria dengan celotehan yang ramai begitu antusias saat kereta api datang dan dengan tidak sabar mereka berbaris untuk menaiki kereta api.  Wah….rupanya anak-anak tersebut mau jalan-jalan dengan para guru mereka.

Ronda ! Sekejap setelah kepergian anak-anak dengan kereta api,  para orang tua pengantar meninggalkan stasiun dan  stasiun kecil itu berangsur-angsur  sepi.  Segera saya langkahkan kaki menyeberang menuju Hotel Andalucia untuk menitipkan koper-koper.   Memang penitipan koper hanya ada di hotel ini bukan di stasiun  sebagaimana biasanya.

Hotal Andalucia, tempat penitipan koper ada di sini

Ronda ! Bertemu dengan Francisco yang cekatan menangani koper-koper dan menyimpannya di gudang terpisah dari tempat koper-koper tamu hotel,  katanya supaya lebih aman.   Saya sempat juga bersantap makan pagi sebentar di kafetaria yang bersebelahan dengan hotel,  karena sewaktu pagi-pagi berangkat dari Granada belum sempat sarapan.  Sepotong roti dengan segelas jus jeruk Valencia yang fresh,  yang pohon jeruknya bertebaran di sepanjang jalan dengan buah bergelayutan,  cukup memberi kekuatan baru.   Note : untuk 1 gelas jus jeruk,  diperlukan 7 buah jeruk segar yang di jus dalam waktu kurang dari 1 menit !

Parador de Turismo

Ronda ! Bersemangat menyusuri jalan lurus arah ke kanan  dari pintu keluar Hotel Andalucia,  sesuai petunjuk Fransisco,  yang katanya hanya  15 menit berjalan kaki untuk sampai ke pusat atraksi yang menjadi incaran para turis,  yaitu si jembatan baru,  Puente Nuevo.   Saya melewati jalan yang merupakan jantung kota Ronda,  bertemu dengan pasar,   pusat perbelanjaan,  toko-toko keren dengan brand lokal maupun brand internasional,  resto/café yang menjual makanan khas,  salah satunya berupa roti berlapis-lapis smoked pork dan juga gereja yang tampak depannya sangat menarik perhatian karena bercat warna putih dan kuning.

Balcon del Cono

Ronda ! Tiba dipertigaan dan tanpa melihat direktori,  kaki saya melangkah ke arah kiri dan kemudian menyebrang,  berjalan di teras sebuah bangunan kuno yang dulu berfungsi sebagai Balai Kota dan saat ini sebagai hotel dan juga pusat pusat informasi turis,  sebagaimana terbaca dengan jelas tulisan yang terpatri pada bagian atas atap ‘ Parador de Turismo de Ronda’;  kemudian saya berbelok ke kanan,  dan…..berhenti di sana sambil menoleh ke kiri,  di sana terbentang dalam jarak dekat,  Puento Nuevo !   Bergeser lebih jauh ke arah kanan,   menuju ke bagian belakang  Parador de Turismo,  selain masih bisa memandang Puento Nuevo  dengan lebih leluasa,   terhampar juga  lembah hijau yang menyejukan mata,  bukit-bukit landai di kejauhan,  langit biru cerah dan awan-awan putih berarakan.  Pemandangan yang sama ini bisa juga dilihat dari balkon khusus yang disediakan,  yaitu Balcon del Cono Viewpoint atau Mirador de Aldehuela.

Keindahan yang menyejukan mata

Ronda ! Kota kecil di Selatan Spanyol yang langsung memberi aura nyaman kepada saya;  hhmm,  saya seperti mencium wangi surga di sini.   Bergegas untuk mereguk wangi sepuasnya,  saya melanjutkan langkah melewati  Puente Nuevo dan berbelok ke kanan menyusuri Camino de Los Molinos,  sebuah jalan kecil yang sisi kiri dan kanannya berjejer rapat bangunan kuno.  Jalan ini  menuju lembah hijau yang saya lihat dari belakang Parador de Turismo,  untuk melihat  keanggunan dan kesakralan Puente Nuevo dari arah bawah. Bangunan di sepanjang jalan ini tampil rapih,  bersih dan beberapa dilengkapi dengan keunikan daun pintu atau teralis jendela.

Flowers along the path

Ronda ! Berjalan turun menyusuri jalan setapak yang penuh bunga warna warni memang serasa berjalan menuju gerbang surga dan bila sesekali mendongak ke atas,  di sisi kanan kita akan melihat keindahan dinding bangunan warna putih yang berjajar rapih  ditepi tebing dan bila memandang kejauhan,  akan tampak anggunnya bangunan tua berwarna kuning kuno bekas Balai Kota,  yang tegak kokoh di ujung tebing.   Jalan setapak serasa masih panjang berkelok,  terlintas rasa capai yang akan kami alami saat mendaki pulang tapi ‘suara nyanyian’ dari lembah  yang elok meneguhkan langkah kami untuk terus berjalan turun.

Ronda ! Woowwww ! mulut terperangah, mata terbelalak,  hati berdegu,  di depan mata memandang,  berdiri dengan megah dan perkasa si jembatan baru yang menghubungkan kota tua Moorish dan kota baru El Mercadillo;  dan……. ‘ayo foto segera Ma’ suara anak saya menyadarkan saya untuk segera berpose karena sayup-sayup sudah terdengar suara ramai serombongan turis yang sedang turun.  Bila sudah terlalu ramai pengunjung maka sudah pasti kami akan kesulitan mendapatkan posisi/spot yang baik untuk mengabadikan Puente Nuevo lengkap dengan situasi di sekelilingnya yang tampil benar-benar luarbiasa dilihat dari arah lembah.

Wooiiii ….this is Puente Neuvo !

Ronda ! Menghabiskan sedikit waktu untuk berlama-lama memandang ke segala penjuru,  yang saya dapati adalah ketakjuban betapa pemandangan ini sungguh langka,  dinding tinggi tebing  El Tajo yang berkelok-kelok  memancarkan nuansa kekar,  berpadu manis dengan pondasi kokoh Puente Nuevo setinggi 120 meter disertai hamparan ‘permadani’ hijau bercahaya gemerlap bunga liar warna kuning dan pancuran air sungai Guadelevin yang mengalir melewati dasar Puente Nuevo serta bangunan-bangunan kuno yang bertengger di atas tebing yang dipayungi dengan langit biru tua yang bersih,  sungguh merupakan panorama indah yang membuat  saya merasa sangat kecil dan sangat tidak berdaya.  Di mana gerangan saya berada ?

Sepotong Ronda yang akan selalu dikenang

Ronda ! Ini surga dunia.  Segala keanggunan,  segala keagungan dan segala kehebatan memang hanya milikNya.  Terima kasih Tuhan untuk kesempatan saya dan keluarga berkunjung ke sini.   Dengan hati penuh syukur, perjalanan pulang yang mendaki kembali jalan setapak serasa ringan dan saya bisa melihat lebih banyak bunga-bunga di kiri kanannya.  Sesekali saya menoleh ke belakang dan mencoba menyimpan di benak saya gambaran terakhir Puente Nuevo yang tertangkap mata.

With my best partner in crimes 😉 at the bullring – Plaza de Torros

Ronda ! Perjalanan mereguk nikmatmu belum selesai dan kaki saya terus melangkah…..

Ronda ! Terkenal juga sebagai ‘rumah’ dari seni adu banteng (bullfighting) yang modern,  maka  saya menyempatkan berkunjung ke arena bullring,  Plaza de Torros,  arena adu banteng  yang  terkenal di Ronda  yang didirikan pada tahun 1785 oleh arsitek Jose Martin Aldehuela,  arsitek yang sama yang membangun Puente Nuevo.   Menyempatkan masuk ke museumnya,  membaca sejarah bullfighting dan mengenal Francisco Romero sebagai pembaharu aturan adu banteng  dan mengenal sang cucu,  Pedro Romero (1754 – 1839) sebagai penakluk banteng yang kesohor di Spanyol.   Di toko museum saya membeli beberapa cendera mata sebagai kenang-kenangan akan Ronda.

Plaza del Socorro

Ronda !   Plaza del Socorro  yang berlokasi di Calle Nueva,  a New Street yang saat pagi hari saya lewat masih sepi,  situasinya sudah jauh berbeda saat saya melewatinya pada siang hari.  Resto dan café yang bertebaran di depan Plaza ini menggelar kursi-kursi di luar,   sangat ramai dan penuh warna.  Patung Hercules dengan 2 domba menjadi penandanya dan gereja kecil dengan tampilan warna putih kuning yang cemerlang mengundang saya masuk;  sejenak terpesona dengan tampilan warna dinding kombinasi pink, biru dan putih.  Interior gereja  yang bernama Parroquia de Nuestra Señora del Socorro ini cantik dan berbeda dari umumnya gereja.  Di bagian dinding belakang altar,  tampak Bunda Maria menggendong bayi Yesus dalam gambar yang indah.

Parroquia de Nuestra Señora del Socorro

Ronda ! Bila suatu saat kamu berada di kota ini dan punya lebih banyak waktu,  berikut saya informasikan beberapa situs yang bisa kamu kunjungi :

** Gereja The Santa Maria del Mayor yang terletak di Plaza Duquesa de Parcent,  gereja dengan bangunan gaya Gothic, Renaissance dan Baroque ini pembangunannya memakan waktu lebih dari 200 tahun dari abad 14 – 17.   Di sini tersimpan sejarah kejayaan Islam berupa lengkungan mihrab di balik tabernakel-nya.

** Almocabar Gate,  letaknya yang berdekatan dengan Plaza del Soccoro memungkinkan kamu untuk mengunjunginya walau dalam waktu yang terbatas. Di sini  kamu akan disambut dengan bangunan benteng kokoh layaknya kota-kota kerajaan jaman dulu yang digambarkan dalam film-film kolosal.  Almocabar  menjadi 1 dari beberapa city walls yang melindungi Ronda.

Cuenca Garden

** Cuenca Gardens,  terletak di tepi tebing El Tajo pada sisi sebelah dari Puente Nuevo,  tanah dengan struktur bersusun membentuk teras  alam yang indah.  Bila kamu kembali dari lembah Puente Nuevo keluar dari Camino de Los Molinos,  segeralah menyeberang untuk mendapatkan pemandangan indah ini dan jangan lupa untuk menengok kebawah untuk melihat dasar sungai Guadelevin,  karena saat itulah pandanganmu akan tersihir dengan kekokohan dinding tebing El Tajo.

Ronda ! kunjungan singkat,  kurang dari 1 hari,  yang tak akan pernah terlupakan.  Sepotong surga ada di sini, di Propinsi Malaga,  100 kilometer sebelah Barat kota Malaga,  Spanyol;    tempat yang hanya berpenduduk 35.000 jiwa,  yang beruntung memiliki alam yang indah,  infrastruktur  megah yang mengundang jutaan pelancong datang,  yang mewarisi bangunan2 kuno yang bercerita tentang kejayaan masa lalu  dan yang memelihara ketenangan alami bagi kenyamanan yang hadir.  Klik ini untuk mencari tahu bagaimana mencapai Ronda dari berbagai kota di Spanyol.

The girl who fall in love with Ronda 😉

Ronda ! kenangan akanmu selalu melekat,  melihat kembali foto-foto dirimu yang luar biasa memberi kebahagiaan tersendiri betapa saya pernah bertemu denganmu dan rasa syukur saya akan kembali terucap dari hati yang terdalam.

Ronda !

*Maureen T. Rustandi

Agustus 2018

Note :  Bonus foto-foto lain mengenai Ronda,  silahkan klik di sini

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *