Pesan Di Perjalanan Menjadi Tua Bersama

Reuni Pertama di tahun 2009

Saya dan teman-teman kuliah di LPK Tarakanita telah bertemu dan berkumpul dalam komunitas Arisan TarQ lebih dari 10 tahun yang lalu,  dimulai sejak maraknya penggunaan handphone Black Berry yang ‘legend’ dengan PIN-BBnya, kemudian berlangsung sampai saat ini,  saat jamannya Samsung dengan kecanggihan android yang memungkinkan kami ber Whatsapp-ria dengan ekspresif.

Masih lekat dalam ingatan bagaimana kami mulai berkumpul kembali pada reuni pertama tahun 2009, yang album foto FB dari pertemuan tersebut saya beri judul Fun Fearless Female.  Bukan sembarang judul keren2an tapi ada makna mendalam dibaliknya, yang saya pikir saat itu cukup mewakili keberadaan para perempuan tangguh lulusan sekolah sekretaris yang konon paling top di Indonesia saat itu.

Cafe Raja untuk baksos ke panti asuhan

Kemudian pada tahun 2010 aktivitas kumpul-kumpul dan chatting ngalor ngidul kami bermuara pada satu kesepakatan untuk membentuk arisan yang saat itu kami harapkan dapat mengumpulkan lebih banyak teman dan merekatkan kebersamaan yang sudah terjalin.

Acara arisanpun setiap kali direncanakan dengan baik dan diharapkan setiap acara memberi manfaat, bukan hanya sekedar acara hura-hura.  Ada Beketu dan Buwaketu yang mengkoordinir  arisan dan ada teman-teman yang bergilir menjadi panitia acara.
Banyak aktivitas yang telah kami lakukan bersama, dari sekedar makan bareng, jalan bareng, liburan bareng sampai baksos ke panti asuhan,  penggalangan dana buat beberapa teman yang sakit atau kedukaan,  menjenguk dosen yang sakit dan bahkan kami juga berkesempatan menjenguk Bpk Basuki Tjahaja Purnama di Mako Brimob.

Cijin Island, Taiwan

Obrolan kami di group juga makin lama makin berisi dan makin searah dengan kebutuhan teman-teman secara umum; dari urusan berbagi resep makanan, cara memasak yang benar,  resep obat, info kesehatan, info kecantikan, info kuliner, info politik sampai ke isu-isu bagaimana membangun relasi yang baik dengan menantu dan juga belajar bagaimana menjadi mertua yang ideal.

Tak terasa keakraban kami di masa kuliah 36 tahun lalu terjalin lebih intens karena kesamaan gender, pemikiran dan kebutuhan.  Saat ini di usia kami yang secara umum berkisar di angka 54 – 57 tahun,  sebenarnya tanpa kami sadari kami berkomunitas untuk menjadi tua bersama,  tua secara fisik tapi mudah2an bukan tua secara spirit dan pemikiran.

Ladies in White, Dec 2018

Maka di penghujung tahun ini saat acara arisan periode 4/2018 diadakan,  kami berkumpul, makan siang sambil merayakan kebersamaan yang telah terjalin, dengan acara utama yaitu tukar kado dan pemilihan ketua arisan periode 2019.  Khusus untuk acara tukar kado, sebelumnya ‘panitia’ telah menetapkan bahwa kado yang disiapkan adalah kado yang berkaitan dengan kebutuhan olah tubuh yang diharapkan berguna, bisa dipakai dan (idealnya) bisa memotivasi diri kami masing-masing untuk lebih giat berolah raga.

Ketentuan lainnya adalah tiap kado harus disertai dengan pesan anonim yang positif, bijak dan menyemangati, bukan hanya untuk teman yang menerima kado tetapi untuk semua yang hadir. Setiap teman yang mendapatkan kado, akan membacakan pesan yang didapat.

Dan ……………inilah pesan yang saya tulis :

Jakarta, 1 Desember 2018
Dear my beloved friend,
Ketika saya menulis surat ini, saya benar-benar memikirkan akan seperti apa kamu nanti, 10 tahun atau 20 tahun lagi.
Saya menginginkan kamu lebih menjaga semangat dan jiwa mudamu dengan selalu mengetahui dan mengerti perkembangan jaman dengan banyak membaca, melihat, bergaul dan bepergian.
Kamu boleh tetap peduli dengan penampilanmu, dengan wajah cantikmu, tapi mengertilah bahwa menjadi tua itu adalah proses alamiah yang harus kita hadapi dan jalani dengan ikhlas.
Saya ingin kamu menjadi tua dengan bijaksana, up-to-date, sehat dan anggun.
‘Grateful for where you are at; excited about where you are going’
With love,
TarQ Ladies

Pesan untuk sahabat

Saat pesan ini saya tulis, saya menyadari bahwa mungkin bagi sebagian besar teman-teman, ini bukan sebuah pesan yang penting untuk dimaknai saat ini, maka saya menuliskannya kembali di sini sebagai pengingat bahwa dalam perjalanan kami menjadi tua bersama, pernah ada pesan seperti ini.  Dan harapannya pada masa mendatang itu,  saat  pesan ini lebih bisa dimaknai,  dengan segala situasi dan kondisi apapun yang terjadi, kiranya tidak ada yang perlu kami jadikan penyesalan.  Karena memang begitulah ‘takdir’ sebuah pesan. Dimengerti setelah waktu berlalu.

Terima kasih untuk persahabatan yang terjalin, tidak semuanya sempurna tapi saya percaya dan mengalami bahwa keindahan juga ada pada ketidaksempurnaan.

Luv you my beautiful friends !♥♥♥

Jakarta,  Maret 2019
Maureen T. Rustandi

Note : Terima kasih kepada teman-teman yang pernah,  sedang dan akan menjadi Buketu dan Buwaketu :  Chandra ‘Bebe’ Puspita,  Elly Wijaya,  Lany Rumondora – Nurani,  Harlina ‘Link’ Matari – Lilyawati ‘Lieke’ Tanupranoto,  Herlina Sunarly – Rosemary Watibudhy,  Ong Sui Kim – Lini Susantyo,  Wenny Lisa Julius – Tuti Budiman, Mery Yati Karim – Indrajadi ‘Anne’ Sukiman dan…….  🙂  Terima kasih sudah membuat acara arisan berkesan.

Berikut beberapa foto keseruan komunitas kami 😉

Foto session di rumah seorang teman

 

 

 

 

 

Enjoy karaoke

 

 

 

 

Bangga berkebaya

 

 

 

 

Makan cantik bareng teman yang mudik dari Amerika dan Jerman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenang Winter Sonata @ Nami Island, Korea

 

Happy time @Kebun Raya Bogor

 

 

 

 

Proud of batik

 

 

 

 

 

 

Belajar sejarah Taiwan di Tainan

 

 

 

 

 

 

Jelajah Tangerang bersama LOH Community

 

 

 

 

 

 

Nobar Ocean 8

 

 

 

 

 

 

 

 

Tea Walk @ Puncak

 

 

 

 

 

 

Goes to Bangkok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

…..and the story goes to be continued 🙂

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *