Lourdes : Saya Datang Untuk Kembali

Sanctuary of Lourdes view dari Chateau of Pyreneen

Mengutip kalimat dari salah satu biro perjalanan penyelenggara tour ziarah yang menuliskan bahwa ‘kesempatan ziarah adalah berkat luarbiasa yang Tuhan berikan kepada kita’, maka saya ingin membagikan sedikit cerita mengenai ziarah yang saya lakukan pada bulan Agustus lalu saat saya berkesempatan berkunjung ke Lourdes.

Siapa tahu,  cerita saya ini menginspirasi kamu untuk menggali berkat yang mungkin belum kamu sadari kehadirannya…..

Welcome to Sanctuary !

Lourdes,  sebuah kota kecil di lembah pegunungan Pyrenees,  yang terkenal karenkesaksian seorang gadis penggembala,  Bernadette Soubirous,  tentang penampakan Bunda Maria  yang berkali-kali,  sekitar 18 kali, terhadap dirinya pada periode tahun 1858 – 1859.

Bunda Maria menampakkan diri di sebuah lubang batu karang besar,  tempat berteduhnya ternak-ternak, yang dikenal sebagai Grotto Massabielle, dan menyampaikan kepada Bernadette tentang Immaculate Conception,  sehingga  Bernadette harus berjuang mengabarkan dan mempertahankan kesaksian mata jasmani dan mata batinnya akan hal yang tidak ia ketahui sama sekali artinya,  di hadapan para pejabat dan petinggi gereja masa itu.  Perjuangan Bernadette tidak sia-sia karena pada tahun 1862,  Paus Pius IX memberikan persetujuan untuk mengadakan perayaan penghormatan kepada Bunda Maria di Lourdes yang berarti kesaksian Bernadette diterima dan diakui oleh pihak gereja Katolik

Basilika Immaculate Conception yang anggun, domain utama dari Sanctuary

Sejak saat itu  sampai sekarang,   setelah hampir 160 tahun berlalu,  Lourdes tidak pernah sepi dari para peziarah yang datang dari segala penjuru dunia,  sehingga Lourdes dikenal sebagai pusat ziarah dunia terbesar ketiga setelah Roma dan Yerusalem (Holy Land).

Dan ke Lourdes kali ini saya berkunjung setelah sekian lama memendam  keinginan dalam hati.  Sejak  mendarat di Bandara Pyrenees sampai berjalan kaki memasuki pintu gerbang Sanctuary of Our Lady of Lourdes,  yaitu area besar seluas 51 hektar,  yang di dalamnya terdapat Grotto,  beberapa gereja dan basilika,  sumber air suci,  kantor,  jalur jalan salib dan juga pusat pengobatan,    perasaan hati sudah diliputi rasa sangat terberkati bisa tiba dan berjalan di sini menuju ke ‘suatu’ tempat.  ‘Sebentar lagi akan bertemu…..,  sebentar lagi akan bertemu….’  begitu yang bergema di dalam hati ketika  kaki makin mendekat menuju Grotto.

Antri dan berdoa di depan Grotto

Antrian peziarah yang panjang  menuju Grotto tidak menyurutkan niat saya untuk berbaris tertib.  Di saat mengantri  ini, pikiran saya sedikit sibuk untuk mengingat janji-janji saya untuk menyampaikan doa permohonan dari beberapa teman.  Doa permohonan ini mestinya bisa saya tuliskan kemudian saya masukkan dalam sebuah kotak yang ada di sisi kiri Grotto,  tapi saat itu saya berketetapan untuk menyampaikannya langsung kepada Bunda Maria yang telah ‘melihat’ saya datang.

Grotto Massabielle : Salam Maria didaraskan

Dengan mendaraskan doa  Salam Maria dalam hati,  saya berjalan memasuki Grotto dengan  tangan kiri menyentuh  dinding batu karang yang basah dan dingin.  Sumber mata air yang di gali oleh Bernadette atas permintaan  Sang Bunda,  kini masih mengalirkan air dan dibatasi oleh pagar kaca.  Melewati tempat itu,  dinding-dinding batu karang di atasnya makin basah  dan makin basah lagi pada sisi yang berada di bawah tempat Sang Bunda ‘berdiri’.    Di sisi ini saya berhenti sesaat, sendiri saya mencoba merasakan dan meresapi kehadiran Sang Bunda,  telapak tangan yang basah masih menempel pada dinding karang dan batin saya berucap ‘terima kasih Bunda untuk selalu menggenggam erat tangan saya’ dan kemudian saya merasakan kesesakan di dada,  ingin berlama-lama di situ tapi situasi tidak memungkinkan karena akan menghalangi antrian peziarah yang ada di belakang saya, akhirnya saya beranjak melangkah dan tak terasa air mata merambang di pelupuk dan mengalir perlahan di sudut mata.

Oh Bunda, Engkau berdiri di sana memandangku….

Saya melangkah keluar Grotto dan berbalik  pada tempat yang pas untuk memandang ke atas,  di mana Sang Bunda  hadir 160 tahun yang lalu,  Ia ada  ‘di sana’,   bergaun putih dengan pita biru melingkar dipinggangnya,  menggenggam rosario berwarna emas  dan ada dua  bunga mawar berwarna sama dengan warna rosario,  di dekat kakinya;  Ia sedang menatap dengan penuh kasih dan damai.  Saya berhenti  untuk berdoa,  baik doa pribadi maupun doa titipan teman-teman,  semua saya sampaikan di sini.   Saya juga mengucap syukur  karena saya telah ‘diijinkan’ datang dan bertemu di tempat ini,  layaknya Bernadette 160 tahun yang lalu.   Kelegaan dan kehangatan meliputi hati saya.

Setelah selesai berdoa di Grotto,  saya berjalan keliling menyeberangi sungai  dan  memandang Grotto dari kejauhan.  Saya duduk berlama-lama di pinggir sungai ini  masih menikmati berkat yang luar biasa sambil menunggu acara Marian Procession yang akan berlangsung pada jam 21.

Marian Procession

Peziarah yang akan mengikuti Marian Procession

Marian Procession dikenal juga sebagai Torchlight Procession yang diterjemahkan sebagai prosesi lilin,  ide yang dicetuskan pada tahun 1863 oleh Pastor Marie Antoine dari Ordo Capuchin ini diilhami oleh kebiasaan Bernadette yang  setelah penampakan Bunda Maria yang ketiga kali, selalu datang membawa lilin.

Para peziarah dari segala penjuru dunia,  baik yang sehat maupun yang dalam keadaan sakit,  datang ke Lourdes  untuk mengikuti prosesi ini,  yang dilakukan dengan cara mengarak Patung Bunda Maria yang diletakkan di atas semacam tandu dan digotong oleh beberapa orang,  kemudian diikuti oleh barisan peziarah yang sakit,  baik yang berjalan dengan tongkat,  dituntun oleh pendamping,  yang naik kursi roda ataupun yang  rebah di atas tempat tidur rumah sakit;  barisan selanjutnya adalah para peziarah yang sehat yang jumlah tak terhitung karena memenuhi semua tempat kosong yang ada.

Suasana saat prosesi : khusuk dan sakral

Prosesi ini dimulai dari area depan Sanctuary yang dikenal sebagai Basilika Rosary  bergerak mengitari bulevar jalan masuk dari sisi kiri ke sisi kanan dan akan berakhir kembali di Basilika Rosary. (*)  Selama berjalan ini  para peziarah membawa llilin mendaraskan doa  sambil mengenang kisah misteri Rosario yang diselingi dengan menyanyikan lagu Ave Maria dalam berbagai bahasa.

Suasana Basililka St. Pius X yang terletak di bawah tanah, saat persiapan misa internasional

(*) Pada musim dingin,  prosesi ini diselenggarakan di Basilika St. Pius X,  sebuah ruang yang sangat besar di bawah tanah, yang terletak di sisi kiri bulevar (dari arah pintu gerbang) Sanctuary.

Suasana selama berlangsungnya prosesi ini sangat khusuk, cahaya lilin yang menyala di temaramnya langit jam 9 malam,  semilir angin yang menyapa wajah,  rangkaian  doa dan nyanyian yang bergema  berulang-ulang dalam hening serta keteguhan  para peziarah,  terlebih mereka yang sakit,   mendukung  semua kekhusukan itu.  Saya yang tidak mengerti bahasa yang dipakai dan hanya bisa ikut menyanyikan refrain lagu Ave Maria,  ikut terbawa suasana yang tercipta,   hanya ada rasa damai dan berserah yang saya rasakan.

Bunda Maria : Bunda Segala Bangsa

Melihat para peziarah yang dalam keadaan sakit masih dengan teguh mengikuti prosesi ini entah sudah yang ke berapa kalinya,  saya belajar tentang iman yang berpasrah  dari mereka akan  Tuhan Yang Maha Rahim. Dalam kepasrahan ternyata kita makin peka akan kehadiranNya sehingga kita tidak pernah kehilangan harapan akan kasihNya.

Sebelum melangkah meninggalkan Sanctuary pada malam itu,   saya teringat akan tulisan yang ada di bawah patung Sang Bunda  ‘Que soy era Immaculada concepciou’  yang berarti  I am the Immaculate Conception, yang dimaknai  oleh Gereja Katolik sebagai  kebijaksanaan Allah yang tak terselami,  yang mengajarkan umat Katolik untuk menghormati Bunda Maria sebagai teladan kekudusan agar umat selalu berjuang hidup kudus setiap hari dengan mengandalkan kerahiman Tuhan yang tidak terbatas.  Bunda Maria adalah contoh dan teladan dalam hal kekudusan.  Ia tanpa noda.  Ia tanpa dosa.

Saya akan kembali ke sini.

Damai dan sukacita Lourdes saya genggam dalam hati dengan erat.  Melangkah menjauh meninggalkan Sanctuary,  sayup-sayup saya mendengar senandung Ave Maria yang ditingkahi dengan bunyi lonceng yang bergema.  Besok saya akan kembali lagi ke sini.

 

Info ! Info ! Info !

*how to get there ?

Jakarta/Soekarno Hatta – Paris/Charles de Gaulle  : by flight (check Saudi Airlines untuk yang termurah,  kalau lagi beruntung,  bisa naik SQ dengan harga murah juga lho)

Paris/Orly – Lourdes/Tarbes/Pyrenees Airport : by flight  (1jam 15 menit),  check di sini

Lourdes/Tarbes/Pyrenees Airport – Lourdes city : by bus Euro 2,  infonya klik ini

Paris/Montparnasse or Austerlitz – Lourdes train station : by train (5 – 7 jam),  check di sini

*where do you stay ?

Ada banyak tempat tinggal bertebaran di Lourdes,  dari hotel kelas bintang 5 sampai  hostel2 untuk para backpacker.  Pilih yang sesuai dengan gaya perjalananmu.   Ada banyak pilihan di booking.com

Bonus ! Bonus ! Bonus!

Ada beberapa teman yang bertanya ke saya,  ‘ngapaian aja di Lourdes, selain bolak-balik ke Sanctuary ?’   Saya mengalokasi 3 hari 2 malam saat berkunjung ke Lourdes,  selama di situ saya menyelesaikan lebih dahulu yang menjadi prioritas ziarah,  seperti : berdoa di Grotto,  mengikuti prosesi2,  mengikuti misa (ada banyak misa dalam berbagai bahasa disetiap lokasi di dalam komplek Sanctuary) dan di tengah waktu senggang,  saya menyempatkan diri mengunjungi beberapa tempat.   Berikut ini adalah beberapa tempat yang saya sarankan,  seperti  :

♥ Rumah Tinggal Orang Tua Bernadette Soubirious

Dikenal sebagai Maison Paternelle Sainte Bernadette,  terletak di 2 Rue Bernadette Soubirous,  65100 Lourdes

Dengan membayar entrance tiket sebesar Euro 2/orang,  kamu bisa melihat suasana dan keadaan rumah yang pernah ditinggali oleh Bernadette bersama orang tuanya.  Bagian rumah terdiri dari : museum & the old house.

Detail info mengenai Maison Paternelle Sainte Bernadette,  dapat kamu klik ini

 

 

♣  Chateau Fort of Pyrenees

Chateau Fort of Pyrenees

Tempat inilah yang tampak jelas dari kejauhan bila kita berdiri dari pelataran Basilika Immaculate Conception yang berlokasi di bagian atas Sanctuary of Lourdes.   Barisan tembok benteng yang tampak kokoh dengan bendera Perancis yang berkibar anggun di puncak tertingginya,  tampak menarik untuk didatangi.

Pintu masuk ke Chateau ini terletak di 25 Rue deFort, 65100 Lourdes  dengan membayar Euro 7 (dewasa) dan Euro 3 (anak-anak),  kamu dapat langsung mendaki tangga mengitari banteng atau langsung naik lift menuju museum pertama yang terletak di sisi kiri.  Sebaiknya untuk mengeksplore banteng ini kamu mengikuti arah jalan yang ditandai dengan penomoran.

Detail mengenai Chateau Fort de Lourdes dapat kamu intip di sini

♦ Paroisse de Lourdes

Tampak depan Paroisse de Lourdes

Ini Gereja Katolik yang terletak di Place de l’Église, 65100 Lourdes;  menaranya yang menjulang tinggi menjadikan bangunan gereja ini sangat ‘eye-catching’,  terlihat jelas dari atas Chateau de Fort  dan memanggil kita untuk turun dari Chateau,  menyusuri Rue le Bondidier – Rue Baron Duprat,  kemudian menyebrangi Rue Basse,  melewati bagian belakang Pusat Informasi Turis,  menyeberangi jalan utama Rue Saint-Pierre dan masuk menyusuri Rue d’Elgise yang pendek untuk tiba di Place de l’Eglise.  Hanya kurang dari 10 menit dari pintu keluar Chateau untuk tiba di sini.

Saat saya tiba di sini Agustus 2017 lalu,  saya disambut oleh banner raksasa St. Bernadette yang digantung di pilar sisi kiri dan kanan tangga utama.

Interior gereja yang indah dengan pilar-pilar batu marmer menopang kemegahan langit2 yang berbentuk lengkungan simetris sisi kiri dan kanan.   Kamu dapat menyusuri bagian dalam gereja dengan mulai berjalan dari sisi kiri,  memutar di depan altar,  menuju sisi kanan.  Di kedua sisi ini kamu bisa berhenti di setiap kapel kecil untuk berdoa.    Kalau kamu sudah di Lourdes,  silahkan sekalian  mengunjungi gereja ini.

♥ Tarbes

Salah satu sudut kota Tarbes, foto diambil dari atas delman 🙂

Punya waktu senggang selama di  Lourdes ?  Ayo jalan-jalan ke Tarbes,  kota terdekat dengan Lourdes.

Kamu bisa naik bus dengan karcis seharga Euro 2 menempuh 45 menit perjalanan, melewati jalan yang mulus dan pemandangan yang asri atau naik kereta api  yang sangat nyaman,   selama 15 menit dengan tiket antara Euro 8 – 12.    Setiba di Tarbes,  kamu bisa keliling kota dengan delman gratis lho 😉

Info mengenai mengenai Tarbes kamu bisa lihat dikeker di sini.

 

♣ Vielle-Aure

Pemandangan cantik di Vielle Aure

Desa cantik yang berjarak 41Km dari Lourdes akan memberikan pesona yang lain untuk kamu yang datang berlibur ke sini.  Selain alam yang indah,  udara yang bersih,  suasana tenang layaknya pedesaan di banyak negara, Vielle Aure juga memberikan banyak pilihan kegiatan yang dapat dilakukan,   dari wisata alam,  wisata budaya dan sampai aktvitas balap sepeda,  terjun payung dan arung jeram.

 

Info menarik tentang Vielle-Aure, bisa kamu dapatkan di link ini

Kisah ziarah sudah,  info penting sudah dan bonus juga sudah,  apalagi ya yang bisa saya bagikan ? Satu hal yang kalau boleh saya ingatkan adalah jangan pernah menunda kesempatan ziarah yang datang padamu;  tidak perlu menunggu bisa datang ke Lourdes,  Fatima atau pergi ke Holy Land atau ke tempat lainnya yang jauh,  tapi ziarah iman dapat juga kamu lakukan dengan berkunjung ke goa-goa Bunda Maria yang tersebar di semua gereja Katolik.    Memandang wajah Bunda yang penuh kasih dan bersyukur akan ketaatannya yang menyelamatkan,  niscaya kamu akan selalu datang untuk kembali dan ‘kembali’ lagi,  baik  secara fisik dan maupun terlebih secara ‘hati’.   Cinta Bunda Maria selalu bersamamu.

Selamat ziarah temans ! ♥♥♥

*Maureen T. Rustandi

Jakarta,  30 Oktober 2017

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

One Response to Lourdes : Saya Datang Untuk Kembali

  1. Happy Tanabe says:

    Bravo bu Morin. Selamat dan Terimakasih
    Selamat telah dipilih Bunda utk mengunjugi Lourdes . Selamat atas Rahmat suka cita ibu yg ada pd Ibu, Selamat atas talenta menulis yg ada pd ibu. Thankyou for the fruit of the Spirt as kindness dengan membagikan bonus and info bagaimana mencapai Lourdes. Tulisan ibu menambah semangat saya untuk berdevosi kepada Santa Bunda Allah the Holly Marry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *