Lagi Malas Nulis

Rupanya saya punya penggemar yang katanya suka membaca tulisan-tulisan saya…..itu lho tulisan iseng-iseng kalo saya lagi pengen nyinyir tapi tidak kesampaian. Naah…. minggu lalu secara tak disangka saya ketemu dengan penggemar ini dan saya langsung ditodong dengan dakwaan ‘lagi males nulis ya?’

Didakwa malas seperti itu rasanya koq saya tidak mau terima ya…wah jadi harus ada pembelaan nih ?

Kepada teman dan temans lainnya yang mungkin juga bertanya-tanya,  ge-er ya saya… gpp deh daripada minder,  😀   selama ini saya banyak mencurahkan beberapa  pemikiran dalam bentuk tulisan yang tidak utuh karena hanya sekedar pelampiasan kemarahan hati melihat kenyataan yang terjadi sejak masa kampanye Pilkada Jakarta sampai pasangan gubernur baru terpilih dan berlanjut terus sampai petahana gubernur didakwa bersalah dan masuk penjara.

Dan sekarang ini kalau saya baca kembali tulisan-tulisan itu kemudian saya posting di blog saya,  ada kemungkinan saya bisa dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menyebarkan hasutan kebencian atau penistaan agama …hahaa seperti yang baru-baru ini menimpa Mas Kaesang.  Dilaporkan oleh seseorang gara-gara ucapan ‘dasar ndeso’ 😀

Mengingat saat ini dunia sedang ‘terbalik’ dan banyak orang dengan latar belakang pendidikan tinggi selevel sarjana atau bahkan bergelar master dari universitas2 terkenal  masih saja menganggap bumi ini datar,  maka saya memutuskan puasa menulis untuk sementara waktu sampai situasi tenang,  aman dan  terkendali 😀

Apakah itu keputusan yang tepat?

Selama tidak menulis, pikiran saya penuh dengan banyak hal yang berseliweran simpang siur,  campur baur beberapa topik mirip sayur capcai di restoran cina tapi tanpa rasa yang enak.   Saya jadi nyinyir berkepanjangan,  bener-bener nyinyir verbally,  di depan suami dan anak-anak.  Entah mereka mendengarkan secara serius atau hanya sekedar ‘hm..hm..hm’  demi menghindari ‘bencana’ yang lebih besar lagi yang bisa keluar dari mulut saya, saya tidak tahu 😉

Tapi akhirnya muncul juga komentar sejati dari mereka:  ‘lebih baik mama nulis aja’,   ‘ kita semua udah tau situasi seperti apa’, ‘kita udah tau mana berita yang benar mana yang hoax’;  ‘kita udah tau posisi kita sebagai double minority’,  ‘kita tetap cinta Indonesia tapi …………’

♦ ‘kalo ada kesempatan balik ke Jepang,  aku akan balik’ – ini kata si sulung

♦ ’kalo aku diterima di universitas Perancis,  setelah lulus nanti,  aku mungkin akan tinggal di sana’-  ini kata si bungsu

Dan tinggallah diri saya sendirian merenungkan  Bhinneka Tunggal Ika yang sudah ternoda,  yang menurut saya,  sayatan nodanya telah meninggalkan bekas yang belum tentu bisa hilang dengan berjalannya waktu;  karena katanya,  manusia itu pemaaf,  tapi umumnya memaafkan itu mudah dan melupakan itu sulit.

………..akhirnya,  setelah masa perenungan itu selesai,  saya membatalkan puasa saya;  saya akan menulis kembali tanpa perlu menunggu situasi tenang aman terkendali karena yang paling penting bukanlah situasi di luar sana  yang memang selalu hingar bingar,  tetapi situasi di hati dan pikiran saya yang harus dibuat tenang,  tanpa perlu nyinyir di mulut……dan untuk  itu,  saya perlu menulis.   I love writing and I am a writer !

Selamat menantikan tulisan saya ya 😉

Salam,

Maureen T. Rustandi

Jakarta, 13 Agustus 2017

 

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *