Don’t Tell People Your Dreams. Show Them!

dont tell people your dreamsSelama ini yang saya tahu,  tidak banyak orang  yang berani bicara tentang mimpi yang dimilikinya dan bahkan tidak banyak orang yang berani bermimpi. Bener begitu ?

Mimpi yang dibicarakan di sini bukanlah sejenis mimpi bunga tidur semalam yang  malah seringnya diceritakan dengan antusias, dianalisa artinya  dan  kemudian disimpulkan secara kurang bertanggung jawab 😉

Mimpi yang dibicarakan di sini adalah sesuatu yang ingin kita capai,  kita raih,  kita miliki dan kita mewujud seperti yang kita inginkan.   Sepertinya sepele tapi saya baru menyadari bahwa banyak orang yang ‘takut’ untuk bermimpi.  Alasan yang disampaikan antara lain karena takut terbuai di awang-awang,  tidak menjejak pada bumi tempat kaki berpijak dan kabur dari realita nyata di hadapan mata.   ‘Yang pasti-pasti ajalah’,  demikian kita sering mendengar orang bicara.

Padahal mimpi yang sedang saya bicarakan ini adalah ibarat sebuah doa,  kalau kita punya mimpi seperti kita sedang berdoa;  kita memohon agar doa kita dikabulkan dan  secara tidak disadari seluruh daya upaya dan pikiran kita akan berfokus pada pencapaian doa atau mimpi itu karena ada peran ‘kekuatan’ alam bawah sadar kita yang mengarahkannya ke sana.

Coba kamu datang ke seminar-seminar tentang bagaimana mencapai kesuksesan,  pasti di sana akan dibahas pentingnya punya mimpi yang bukan sekedar bunga tidur yang dilupakan setelah bangun pagi,  tapi mimpi yang menjadi keinginan dari setiap langkah kita untuk mewujudkannya.

“My dreams come true”,  demikian orang suka berkata bila mereka berhasil mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.  Orang-orang yang berkata seperti ini bukan lagi sedang bermain sulap tapi memang senyatanya sedang menggenggam keinginannya yang sedang terwujud.   Kadang ada juga yang bilang “my wish come true”.

Untuk kamu yang belum berani punya mimpi,  ayo mulai saat ini belajar bermimpi dengan menuliskan semua yang mau kamu dapatkan pada selembar kertas,  tulis aja sesukamu,  bayangkan sesaat nikmatnya kalau itu semua dapat tercapai tanpa perlu berfikir  bagaimana mencapainya.  Simpan kertas itu baik-baik dan jalanilah hidupmu dengan beraktifitas seperti biasanya :  bekerja dengan rajin,  beribadah dengan tulus,  bersyukur setiap saat atas berkat keseharian yang kamu terima dan bagikanlah kegembiraanmu kepada banyak orang.

Karena mimpi-mimpi yang kamu tuliskan itu  ibarat sama dengan doa pribadimu,  jadi tidak perlu kamu ceritakan kepada orang-orang karena mungkin saja mereka akan mentertawakannya dan hal ini tentu bisa mengganggu konsentrasimu.   Yang perlu kamu lakukan adalah bersabar karena akan tiba saatnya  ‘doa-doa’ mu dikabulkan dan mereka bisa  melihat sendiri bahwa kamu sedang menikmati wujud nyata mimpi-mimpimu.

Semudah itu ?

Kamu ngga percaya ?

Terserah kamu !

Bocoran dari saya adalah  tidak sesederhana seperti  yang kamu duga karena kenyataannya pada saat kamu menuliskan mimpi-mimpimu,  akan banyak perdebatan dipikiranmu dan semua itu akan mengacaukan perwujudannya.  Cara mengatasinya,  kamu hanya perlu bersyukur dan percaya !

Sulit ngga untuk bersyukur dan percaya ? 😉

Selama kita bisa memahami apa maunya Sang Pencipta,  sepertinya semuanya akan menjadi lebih mudah   #kuncijawaban

Salam,

Maureen T. Rustandi

keep going

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *