Belitung …..Oh Belitung !

The sweetest thing in the world is.....

The sweetest thing in the world is…..

Bukan karena korban mainstream (ini meminjam istilah tetangga saya) yang akhirnya mengantar saya dan keluarga untuk berlibur ke Belitung, tetapi semata-mata karena aura ketenaran Laskar Pelangi,  foto pantai-pantai yang indah dan juga kisah kampung Ahok yang ada dipikiran,   saya saat menyetujui untuk berlibur ke Belitung.

Walaupun sebelumnya secara sekilas saya diinfokan tentang ’ironic island’ mengenai Belitung : kisah sebagian besar penduduk yang berprofesi sebagai penambang timah yang kaya raya, hidup nyaman, sedikit bermalas-malasan sampai akhirnya jatuh miskin karena timah yang tidak bersisa, tetapi di pikiran saya tetap terpampang Belitung yang indah dan saya tidak ingin mencari tahu lebih banyak lagi sampai saya tiba di sana.

Yah…..Belitung memang indah dengan pantai-pantainya, yang sejak 3-4 tahun terakhir setiap akhir pekan (Jum’at – Minggu) dan hari2 libur kejepit dikunjungi banyak wisatawan nusantara khususnya dari Jakarta; seperti liburan lebaran kemaren, info dari si tukang perahu, sejak dari tanggal 12 Juli sampai tanggal 26 Juli sudah tidak ada perahu yang tidak melaut…..semua sudah full booked.   Luar biasa !

Selain punya pantai indah, Belitung punya apa ?

Ini jawabannya, selain punya pantai, Belitung punya Andrea Hirata dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kenapa pantai2 di Belitung bisa jadi terkenal ?

Karena ada pantai indah yang dijadikan lokasi film Laskar Pelangi, karangan Andrea Hirata dan film tersebut ditonton oleh lebih dari 4.6 juta orang di tahun 2008.

Fiction is the new power by Andrea Hirata

Fiction is the new power by Andrea Hirata

Maka di antara ke dua orang beken itu, menurut saya, mestinya masyarakat dan Pemda Belitung harus lebih berterima kasih kepada Andrea Hirata yang menurut saya telah menjadikan bisnis wisata berkembang demikian pesat beberapa tahun terakhir ini di Pulau Belitung

Tapi tulisan ini belum bercerita tentang pantai2 Belitung karena diliburan hari pertama ini, dari bandara saya langsung berkunjung ke Belitung Timur : ke Desa Gantong,  Manggar dan Kampit.  Di 3 desa itu terdapat pusat2 wisata,  seperti :

  1. Setting Sekolah Dasar Muhammadiyah (dikenal sebagai SD Laskar Pelangi),       yang terletak di atas bukit dengan pasir putih yang renyah sekelilingnya;
  2. Museum Kata Andrea Hirata yang disertai tagline sebagai Museum Sastra Pertama di Indonesia;
  3. Rumah Ahok, yang di seberangnya ditandai dengan beton bertuliskan Kampung Ahok (yaaa…..daerah itu memang kampung dengan rumah2 penduduk yang sederhana beratap seng, hanya ada 2 bangungan yang menonjol di situ, yaitu rumah Ahok dan kelenteng yang sedang dalam pembangunan);
  4. Danau Payak, dengan pemandangan indah bak di Selandia Baru.
  5. Kelenteng Dewi Kwan Im, sebuah komplek kelenteng yang luas dan berada pada ketinggian.
Welcome to Museum Kata Andrea Hirata !

Welcome to Museum Kata Andrea Hirata !

Di antara ke 5 lokasi ini, hanya Museum Kata Andrea Hirata yang sepertinya dikelola dengan lebih baik. Masuk ke museum tanpa harus bayar,   mestinya Andrea Hirata punya misi khusus dengan menggratiskan pengunjung.  Saya perhatikan, anak2 dan remaja lebih menikmati informasi yang ada di museum ini dibanding orang-orang dewasa (laki2 & perempuan) yang lebih menjadikan museum ini sebagai studio foto.

Ngga ada yang salah sih…karena saya melakukannya juga, maksudnya, saya melakukan kedua hal tersebut 😀

Note buat Andrea Hirata : sebaiknya setiap pengunjung diwajibkan membayar sehingga mereka bisa lebih menghargai info (baca : pengetahuan) yang ada di museum ini. Tidak perlu mahal, minimal untuk mengganti biaya cetak brosur yang sebaiknya juga diberikan kepada pengunjung.

Note buat Pemda Belitung Timur : pengembangan dan pelestarian meseum harus didukung termasuk penyediaan sarana parkir bus wisata.

'SD Muhammadiyah Gantong'  setting sekolah dasar di film Laskar Pelangi

‘SD Muhammadiyah Gantong’ setting sekolah dasar di film Laskar Pelangi

Setting SD Muhammadiyah sebagai ikon Belitung,  Negeri Laskar Pelangi, sebaiknya dipelihara, saya perhatikan ada bangunan di belakang ‘kantor’ yang sudah roboh,  sisi dinding sebelah kanan yang sudah ditopang oleh 2 balok kayu besar  serta atap seng ‘kantor’ juga sudah berkibar2 dan membahayakan pengunjung.

 

 

Tanpa pemeliharaan serius, sekolah ini akan roboh dalam waktu kurang 3 tahun. #myvision #seringbenerlho!

Tampak depan rumah Pak Ahok

Tampak depan rumah Pak Ahok

Rumah Ahok, rumah megah yang bukan selera saya #siapayangnanyaya? Dengan halaman depan yang luas dan full ditutup conblock,  rumah ini tampak ‘kering’;   tapi karena yang punya adalah tokoh beken,  yaa…berfoto jugalah saya di sana dengan latar belakang anggrek belitung yang cantik dan saya khusus mengabadikan  rumah ini dari luar pagar untuk memberi kesan ‘lebih hijau’ karena pohon2 di luar pagar ikut membingkai foto yang saya ambil 😀

Sepotong view Selandia Baru ada di sini :D

Sepotong view Selandia Baru ada di sini 😀

Danau Payak, danau rawa yang indah juga tanpa pemeliharaan berarti karena di bagian tepinya banyak sampah plastik tidak ditangani dengan baik. Terletak di tepi jalan yang dilewati banyak kendaraan menuju kota Tanjung Pandan tapi sayangnya danau ini seperti terabaikan oleh para wisatawan. Beberapa bingkai/spot foto dari danau ini menampilkan pemandangan alam yang indah mirip2 alam Selandia Baru di musim panas….beneran lho !

Salah satu pagoda di kompleks Kelenteng Dewi Kwan Im

Salah satu pagoda di kompleks Kelenteng Dewi Kwan Im

Kelenteng Dewi Kwan Im, terlihat baru dibangun atau dirapihkan. Tertarik untuk melihat view dari atas kelenteng, maka dengan mendaki tangga yang kelihatannya paling sedikit anak tangganya, akhirnya saya sampai pada bangunan utama kelenteng di mana menjadi pusat kegiatan doa yang pertama sebelum pendoa berjalan ke beberapa pagoda kecil lainnya.

 

Dari atas tampak view pegunungan seperti umumnya dan sayangnya di komplek klenteng yang kalau dilihat dari bawah/area parkir tampak megah ini, tidak ada yang unik atau minimal belum ada yang unik; memang terpampang poster patung Dewi Kwan Im setinggi 100 M tapi tidak ada info di mana lokasi patung itu berada, atau memang baru rencana akan dibangun ?

Ikon kota Manggar : teko dan cangkir kopi

Ikon kota Manggar : teko dan cangkir kopi

Manggar, salah satu pusat keramaian di Belitung Timur,   di kenal sebagai kota 1000 kedai kopi karena begitu banyaknya kedai kopi bertebaran di sini. Kopi yang disediakan dikenal sebagai kopi Manggar, umumnya disajikan dalam cangkir kecil, bisa dicampur dengan susu atau full coffee dan harganya cukup Rp. 5.000,-/cangkir. Tapi untuk menikmati secangkir kecil kopi ini, banyak orang menghabiskan waktu ber jam-jam sambil ngobrol santai di kedai2 kopi.

Betapa waktu serasa berjalan lebih lambat di sini dibanding Jakarta yang hiruk pikuk atau memang ini suasana liburan yang berlangsung sepanjang hari….sepanjang tahun di Belitung ? 😉  You have to enjoy it ! 😀

 

 

Salam dari Negeri Laskar Pelangi …..negeri cantik yang harus pandai-pandai merawat dan mempertahankan kecantikannya.  Banyak lho yang bisa menghancurkan kecantikanmu.  Be aware ! 😉

Salam dari Negeri Laskar Pelangi ! :)

Salam dari Negeri Laskar Pelangi ! 🙂

 

 

 

 

 

 

* Maureen T. Rustandi

Note :  Nantikan kisah menyusuri  pulau2 kecil di Belitung pada tulisan berikutnya.  Hhmm….mudah2an saya ngga lupa ya 😉

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *