Antara Kekunoan dan Kekinian

Tentu banyak di antara kita sudah pernah mendapat broadcast message yang menyebutkan bahwa kita yang lahir di tahun 1960-1970 an adalah generasi yang pantas disebut sebagai generasi yang paling beruntung,  karena  sempat mengalami perkembangan teknologi yang luarbiasa di saat usia masih prima.

Ya,  generasi  kita yang dikenal sebagai Generasi Baby Boomers ini memang dari awal sudah mengejutkan karena pada periode tahun kelahirannya ditandai dengan meledaknya jumlah bayi yang hadir ke dunia dan merupakan generasi terbesar karena mencapai 77 juta jiwa.  Pada zaman generasi ini juga perkembangan teknologi mulai tumbuh dan menjadi cikal bakal perkembangan teknologi berikutnya yang makin dahsyat.

communication gap

Saat ini muncul fenomena kekinian yang melanda anak-anak muda,  yang dikenal sebagai Generasi Y maupun Generasi Z yang lahir tahun 2000an;   kekinian mereka umumnya ditandai dengan hal yang kasat mata,   seperti gaya yang lebih ekspresif  baik dari segi bahasa,  cara bicara,  penampilan dan aksesoris yang melengkapinya.

Dimana posisi  Generasi Baby Boomers di zaman kekinian ini ?  apakah sekedar sebagai penikmat teknologi yang terlena dan lambat memahami atau ikut bergiat  dengan hiruk pikuk kekinian  ?  Saat ini pastinya kita telah berganti peran sebagai orang tua dari Generasi Y dan Z,  generasi kekinian yang kita lahirkan.    Apakah kita akan mengabaikan kekinian mereka ?

Ya…sekarang kita berdiri di antara kekunoan dan kekinian.    Untuk tidak mengabaikan kekinian anak-anak kita,  maka kita harus rajin belajar agar lebih bisa  menjalin komunikasi yang lancar dengan  mereka.

Dan pertanyaan lanjutannya adalah,  bagaimana  kita membantu anak-anak kita ini mendefinisikan kekinian mereka ?

Acapkali kekinian dikaitkan dengan kemampuan mengikuti kemajuan teknologi,  sehingga kita melengkapi mereka dengan segala kecanggihan gadget,  tapi bagaimana dengan kepedulian mereka terhadap issue2 lama yang masih  tetap mendominasi sampai saat ini,   seperti  kepedulian akan masalah2 lingkungan hidup,  pengentasan kemiskinan,  pemberantasan korupsi,  penegakan hukum, gaya hidup sehat, ancaman narkoba,   pluralisme dan lain-lain.

Itu adalah contoh issue2 yang ‘ngga ada matinya’ sepanjang jaman,   yang mudah-mudahan juga dihiraukan secara serius oleh anak-anak kekinian milik kita ini,    sehingga kekinian mereka  tidak melulu direfleksikan dengan gadget terbaru,  model pakaian terbaru,  gaya rambut terbaru,  istilah2 gaul terbaru tapi  mereka tetap aja asyik merokok,  tidak peduli sampah,   tidak tahu arti berbagi atau bahkan mereka berfikir dan bertindak rasis.

Tugas kita sebagai orang tua untuk  mengarahkan anak-anak kekinian ini  agar mereka  selalu ingat dan peduli terhadap issue-issue kemanusiaan yang mendasar yang sebenarnya sangat berkaitan dengan kelangsungan  kehidupan mereka sendiri di masa depan.  Jangan sampai generasi kekinian bersikap egosentris dan tidak peduli lingkungan.   Sehingga diharapkan pada suatu saat mereka  ‘mentas menjadi orang’,   sumbangsih mereka bukan  seperti mengeluarkan ‘larangan berjualan di bulan puasa’  tapi benar-benar menampilkan diri sebagai generasi kekinian yang sebenarnya,  yang menguasai segala kekinian permasalahan dan mencari solusinya dengan penuh kebijaksanaan.

Untuk peran ini,  kita sebagai orang tua  sering dinasehati supaya jangan malas atau terlalu lamban beradaptasi terhadap kemajuan teknologi;  indikatornya kalau mampu membeli gadget mahal harus mampu jugamemanfaatkan semua fitur-fiturnya;    intinya jangan tampil dengan bangga sebagai ‘ dumb people with smart phone’  karena hal ini ‘ngga banget’ di mata anak-anak kekinian.    Anak-anak akan sangat menghargai bila orang tuanya  mampu beradaptasi dengan kemajuan yang ada,   sehingga bisa mengimbangi pembicaraan mereka,  bisa memberi saran yang bijaksana dan bisa tampil sebagai partner yang asyik bagi mereka.

Antara kekinian dan kekunoan masing-masing punya value sendiri, tapi supaya kita bisa bertahan dan tidak tergerus oleh kemajuan jaman dan merasa ketinggalan,  maka jalan yang paling baik bagi kedua belah pihak,  yaitu semua generasi,  adalah selalu ikut berubah dan beradaptasi dengan dinamika jaman yang ada sambil tetap memegang prinsip2 keutamaan masing-masing.

Berubah bukan berarti ikut2an menjadi alay atau terbawa arus yang sebenarnya ‘ini bukan saya’ tapi berarti tetap mengupdate diri dengan  kemajuan teknologi,  peduli kepada issue2 terkini dan siap menyampaikan pemikiran atau tindakan  yang memadukan kearifan pengalaman hidup kita dengan modernisasi yang mengglobal,  sehingga diantara kedua generasi,  orang tua dan anak-anak,   yang masing-masing bisa merepresentasikan zamannya,  antara  kekunoan dan kekinian,  tidak terdapat ‘gap’  dan tidak saling  melempar komentar ‘ribet amat euy!’    Bila kondisi ini bisa dicapai,  maka komunikasi pasti berjalan lancar dan segala masalah yang mungkin timbul dapat diselesaikan dengan baik.

Sehingga dengan demikian tugas kita boleh disebut berhasil membimbing anak-anak kekinian yang kita lahirkan ini.

Selingan iseng :   Secanggih2nya menggunakan gadget….

Saya sendiri menggambarkan kekunoan dan kekinian saya dengan gambar di bawah ini.  Baca koran hard copy sambil menikmati sarapan sehat berupa buah-buahan dan secangkir teh.   Saya pikir ini keren dan sangat saya  😉

sarapan sehat

Kembali kepada kekinian.  Sebenarnya apakah kekinian itu selalu dikaitkan dengan kemajuan teknologi ?  Mari kita pikirkan bersama  sebagai orang tua yang ikutan kekinian 😉

* Maureen T. Rustandi

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

2 Responses to Antara Kekunoan dan Kekinian

  1. Selamat pagi, Jangan lupa bersyukur dan bahagia. Keberkahan, kesehatan dan keberlimpahan untuk kita semua. Aaamiinn.

  2. Oleh karena itu diberlukan sebuah rekonstruksi terhadap pola berpikir kekinian agar bisa memahami bahwa masa silam adalah bagian inti dari masa kini. Kehadiran “kekunoan” asing atau kehadiran “kebaruan” yang menggusur kekunoan lokal, tak akan terjadi di Surabaya dan berbagai kota di Indonesia manakala konstruksi berpikir warganya memahami dengan baik makna penting arkeologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *