Hello Friends ! :)

February 28, 2012 by Maureen T. Rustandi

Hi !  Welcome to my blog !  hoping you enjoy it and get inspired from it ;))

Halo !  Selamat datang di blog saya …. semoga Anda suka membacanya dan mendapatkan inspirasi dari apa yang saya tulis di sini ;)

Hidup itu indah : rajin itu indah,  pintar itu indah,  tertib itu indah,  rapih itu indah,  cantik itu indah,  jalan-jalan itu indah,  suka membaca itu indah,  memberi itu indah,  toleran itu indah dan …………….bersyukur itu paling indah ! :)

Focus on the Good

May 21, 2015 by Maureen T. Rustandi

‘If you are feeling good, it is because you are thinking good thoughts’ ~ by Rhonda Byrne

Focus on the good

Focus on the good- alam semesta mendukung

Kalimat di atas saya dapatkan secara tidak sengaja pada suatu pagi saat membuka home page akun Facebook saya dan saya langsung seperti terhipnotis oleh kalimat tersebut untuk lebih memikirkan hal-hal yang baik saja sepanjang hari itu.   Focus on the good !

Hari sebelumnya saya mengalami kejadian yang membuat hati saya sebal dan nelangsa ngga karuan yang sisanya masih terbawa sampai pagi itu #baperbanget! Setelah terhipnotis maka saya memutuskan untuk focus on the good dan hasilnya yang segera saya alami adalah pagi itu saya bisa berdoa dengan hati lega dengan otomatis berucap : ‘Ya Tuhanku, saya bersyukur dan saya bahagia’.

Kemudian sepanjang hari itu semua pekerjaan dan urusan berjalan lancar, bukan karena yang saya temui baik2 dan indah2 saja, tapi entah ada kekuatan apa, kalimat  focus on the good selalu berbisik dihati dan bergema dipikiran seperti menjadi pengingat, sehingga semua yang kurang baik dan kurang indah hari itu bisa diatasi dengan pikiran yang jernih dan hati yang sabar.

Kembali ke hakikat manusia yang berkata sifat ‘manusiawi’, pikiran saya yang jernih dan hati saya yang sabar suatu saat menemui ‘batu karang’ alias punya batas juga mungkin karena kadarnya masih butek dan masih terus harus diasah #kayakbatuakik atau yang pasti karena memang saya tidak memiliki kearifan tingkat dewa ; maka suatu saat itu adalah keesokan paginya, seperti biasa saat kembali membuka home page akun Facebook saya dan menemukan status dari seorang teman yang menulis dengan tendensi menghasut dan juga sumpah serapah  terhadap pemerintahan yang sekarang, alarm focus on the good saya langsung berdering dan memerintahkan jari tangan untuk klik unfriend #yyeaahh

Sebegitu buteknya kah pikiran saya atau sebegitu emosinya kah saya pagi itu ? jawaban yang jujur adalah keegoisan saya yang tidak mau terganggu lebih lama lagi dengan tulisan/status2 negatif yang ada disekitar saya secara maya (virtual) yang tidak bisa saya hadapi secara nyata (real). Saya mau focus on the good dan saya mau hari itu (dan hari-hari selanjutnya) juga berjalan indah seperti hari kemarin yang telah saya nikmati,  sehingga dengan terbebas dari hal2 yang negatif,  maka saya akan fokus kepada hal2 positif dan otomatis memikirkan hal yang positif juga;   pada akhirnya saya percaya semua hal positif yang saya pikirkan akan  menjadi kenyataan #semestaalammendukung

Saya sudah lama memikirkan dan berusaha sabar menghadapi beberapa teman yang sejak jaman pilpres menulis hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, bertendensi melecehkan dan menghina,  yang sebenarnya sudah sangat mengganggu kenyamanan saya saat itu;  tapi pada saat itu saya masih punya harapan bahwa ini biasa  terjadi pada saat kompetisi berlangsung,   bahwa setiap orang itu pasti ada sisi positifnya dan setelah pemerintahan baru terbentuk,  kita  semua kembali bersama #untukPersatuanIndonesia akan memberikan dukungan sehingga pemerintahan dapat berjalan lancar/baik dan kita semua,  sebagai rakyat, dapat menikmati hasilnya. Harapan saya ini berdasarkan kepada kesadaran bahwa tidak ada yang sempurna, maka segala kekurangan mestinya disyukuri sehingga kita tetap akan mendapat hikmatnya.  Tetapi kenyataannya harapan saya tinggal harapan semata,  sampai saat ini setelah lewat 6 bulan pemerintahan baru berjalan,  cacian,  hasutan dan sumpah serapah yang kebanyakan didasarkan kepada kebencian semata,  masih berlangsung;   dan yang menyedihkan kalau ini berlangsung terus dan tidak disadari oleh banyak pihak,  adalah kita semua yang akan mengalami kerugian besar dan waktu yang terbuang sia-sia, bukan cuma waktu 5 tahun tetapi akan lebih dari itu apabila dilihat dari apa yang bisa kita lakukan dalam 5 tahun tetapi kita tidak melakukannya.

Didasari dengan kesadaran ‘saya tidak mau rugi besar’  dan terlebih ditambah dengan mantra focus on the good,  maka  saya sampaikan kepada semua teman2 di medsos yang sampai hari ini masih menuliskan status negatif  dan menyebar aura negatif,   mohon maaf,  selama ini saya sudah cukup bersabar dan demi imunnya pikiran dan hati saya,   kita pause friendship  dulu ya… ;)  entah sementara atau selamanya, saya belum tahu.

Yang saya tahu saat ini,  saya mau focus on the good dari sejelek apapun yang nyata sehingga saya dapat membayangkan yang indah-indah untuk mendapat dukungan alam semesta agar bayangan yang indah-indah itu menjadi kenyataan.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan,  sebagai berikut :

‘Untuk memikirkan hal-hal baik,  sebaiknya kamu berada di kalangan orang-orang baik yang memberi banyak energi positif’  ~ by Maureen Rustandi  #berdasarkanpengalaman :D

Mari kita mulai dari diri sendiri untuk memberikan banyak energi positif kepada teman2,  baik di dunia nyata maupun di dunia maya,  dengan cara berkata2 atau menulis  dengan cara yang baik,  jangan memaki,  jangan melecehkan dan jangan mengolok-olok #sudahbenerkahdirikita?

You’re thinking good thoughts,  You’re  feeling good.
Ngga percaya….? Cobalah melakukannya ….you’ll feel good !

 

Jakarta,  Mei 2015

Maureen T. Rustandi

Lazada Indonesia

Love Life ~ Keep Faith

May 18, 2015 by Maureen T. Rustandi

Ini renungan singkat di hari ulang tahun saya tanggal 7 Mei yang lalu. Entah kenapa tiba-tiba saja di siang hari itu, saya teringat almarhumah mama, yang meninggal 3 bulan yang lalu.

live life ~  live faith

love life ~ keep faith

Ditengah banyaknya ucapan selamat yang saya terima, baik via timeline, WA, BBM, SMS, Line dan juga telpon langsung, siang itu saya tersadar bahwa ada sesuatu yang hilang yang biasanya tidak pernah tidak terjadi, sesuatu itu adalah dering telpon dari ibu saya !

Ulang tahun ini adalah ulang tahun pertama saya tanpa kehadiran fisik dan suara beliau. Biasanya beliau akan telpon di pagi hari, dari sejak masih sehat, masih bisa telpon sendiri, atau minta tolong kakak saya untuk menelpon baru kemudian bicara atau bahkan hanya menitipkan ucapan dan doa via kakak saya seperti yang dilakukan tahun kemaren, karena semata-mata masalah pendengaran yang sudah jauh berkurang sehingga sudah sulit mendengar suara saya; pokoknya apapun caranya beliau menelon, saya tetap mendapatkan doa ulang tahun yang khusus dari seorang ibu yang melahirkan, yang sudah pasti akan teringat juga bahwa ulang tahun saya adalah saat perjuangan beliau menghadirkan saya ke dunia ini. Sebuah perjuangan kemenangan yang tidak terlupakan.

Tanpa disadari…air mata kesedihan mengalir dipipi, rasanya mengalir lebih deras dibanding waktu saya melihat beliau tertidur damai dalam peti jenazah 3 bulan yang lalu. Sepertinya saya baru benar2 kehilangan beliau di hari ulang tahun saya….baru benar2 menyadari bahwa beliau sudah tidak ada, tidak bisa menelpon lagi dan sadar itu memberikan rasa sedih yang mendalam di hati saya.

Kemudian serta merta saya juga teringat akan kakak saya, John dan adik saya, Yoshi yang keduanya juga sudah almarhum. Ya, tahun ini adalah ulang tahun saya yang pertama tanpa mereka. Dalam waktu 1 tahun, saya kehilangan orang-orang yang saya sayangi.   John berpulang dalam kecelakaan yang tragis tanggal 15 Juni 2014, disusul oleh Yoshi, secara mendadak pada tanggal 4 Desember 2014 karena serangan ashma dan kemudian ibu saya, Janti Kumala berpulang pada tanggal 5 Februari 2015 karena keluhan di pagi hari, sakit pada bagian kaki.   Ketiga orang tersayang ini berpulang ke rumah Bapa, boleh dibilang secara tiba-tiba, dalam arti tidak didahului dengan sakit yang memerlukan perawatan di rumah sakit, dan juga secara berdekatan waktunya.

Teringat juga beberapa kelompok orang membicarakan mengenai ‘sesuatu yang tidak baik’, ‘sesuatu yang tidak dilakukan menurut kebiasaan/tradisi’, ‘sesuatu yang tidak boleh terjadi lagi’ dan banyak lagi …..sesuatu-sesuatu yang lain, yang baiknya menjadi perhatian supaya tidak terjadi lagi kematian2 lain dalam keluarga kami.

Menanggapi hal itu semua, saya pribadi lebih memilih untuk menulikan telinga, bukan karena saya tidak mau mengerti tradisi/kebiasaan, tetapi lebih karena iman yang percaya bahwa kematian itu sesuatu yang pasti dan itu menjadi hak prerogatif Tuhan tanpa perlu meminta persetujuan ke dewa manapun.

Berdasarkan kejadian 3 kematian yang berurutan terjadi pada orang-orang terdekat saya, apa yang bisa saya ambil hikmatnya ? terlebih di hari ulang tahun saya,   di saat saya banyak menerima ucapan dan doa ‘panjang umur’ ? Saya percaya hanya ucapan ‘Amin’ yang benar2 layak untuk disebutkan berulang2, disertai dengan kesadaran dan iman bahwa :

Hidup itu anugerah,  hidup itu perjuangan, hidup itu harus dipelihara,  kematian itu dekat,  kematian itu pasti,  kematian itu  tidak perlu ditakuti dan   kematian itu bukan bencana/tragedi.

Kesimpulan pendek dari renungan ulang tahun ini adalah :

‘Cintai kehidupanmu  dan pelihara imanmu.  Tuhan Allahmu mencintaimu ‘

 

* Maureen T. Rustandi

 

Oleh-oleh dari Wina, Austria – Bagian Dua

May 16, 2015 by Maureen T. Rustandi

Gelap selalu datang lebih awal pada musim dingin di Eropa dan sore itu baru pukul 4 situasi sudah seperti pukul 7 malam.   Setelah selesai mengunjungi Mozarthaus kami berjalan bergegas #tapitetapsambilfoto2 menuju gedung opera di Wina yang kesohor itu. Wah…di sini juga banyak sekali calo tiket berjubah yang dengan senyum sapaan ramah menawarkan tiket pertunjukan malam itu. Karena ogah banget beli tiket di calo, maka kami menuju ticket box yang ada di depan gedung, tapi sayangnya mereka tidak jual tiket untuk pertunjukan malam itu dan kami disarankan untuk melihat papan informasi pada gedung opera.

Keliling St. Stephenplatz square dengan berkereta kuda

Keliling St. Stephenplatz square dengan berkereta kuda

Cantik dengan hiasan natal

Cantik dengan hiasan natal

Vienna Opera House

Vienna Opera House

Inspirasi nama Mario Averdi

Inspirasi nama Mario Averdi

Info yang kami dapat bahwa tiket standing class akan mulai dijual pada jam 7 malam tetapi kami tidak menemukan info di mana lokasi loketnya atau di mana lokasi pintu masuk untuk standing class, sehingga di tengah sergapan udara dingin dan walaupun saat itu masih jam 5 sore , 2 anak kami berusaha mencari info. Jawaban sesat akan kita dapatkan apabila kita bertanya pada calo tiket berjubah yang penampilannya seperti malaikat itu, jadi jangan pernah bertanya kepada mereka ya #calodimanamanasamaajakelakuannya

Sementara anak kami keliling gedung opera mencari lokasi loket/pintu masuk, saya dan suami menikmati dinginnya Wina di salah satu sudut di pelataran gedung opera sambil berangkulan #berkahcuacadingin sambil memperhatikan dan mengomentari pake bahasa gaul Indonesia, gaya salesmanship gagal para calo tiket tersebut.  Sore makin tenggelam dan dingin makin menusuk sehingga akhirnya kami memutuskan untuk menghangatkan badan di salah satu kafe yang ada di underpass depan gedung opera.

Menjelang jam 7 kami baru mengetahui bahwa antrian tiket untuk standing class berlokasi dibagian belakang gedung opera dan ketika kami sampai disitu, antrian sudah mengular. Tapi tekad  mendadak untuk nonton opera di Wina sudah tidak terbendung sehingga walaupun rintik salju mulai turun kami tetap tertib antri.

Antri untuk mendapatkan tiket standing class

Antri untuk mendapatkan tiket standing class

Akhirnya tiket standing class seharga 3 euro/orang membuat kami bisa menikmati keindahan luar biasa interior gedung opera Wina,   yang membuat kami lupa untuk bergegas mencari lokasi berdiri paling enak di lantai 2 sehingga akhirnya kami diarahkan untuk menuju lantai paling atas….oalah :D

Aturan main di standing class adalah segera gantungkan property kamu (sweeter/syal atau apa saja) pada railing tempat kamu akan bersandar dan tidak akan ada pengunjung lain yang akan menempati tempat itu.   Setelah itu kamu boleh keluar lagi untuk foto2 atau ke toilet selama pertunjukan belum dimulai.

Pertunjukan malam itu adalah pentas balet lakon The Nutcracker tetap bisa kami nikmati keindahannya secara lengkap : tarian yang indah, tata panggung yang apik lengkap dengan pencahayaan dan sound-system yang sempurna.

Berikut beberapa foto yang bisa kita nikmati bersama :

Ganti penampilan

Ganti penampilan

Interior megah Opera House Wina

Interior megah Opera House Wina

Patung2 yang berdiri anggun di sepanjang selasar

Patung2 yang berdiri anggun di sepanjang selasar

Tata ruang penonton,  jadi inget Pretty Woman :D

Tata ruang penonton, jadi inget Pretty Woman :D

Orkestra

Orkestra

Closing ceremony balet drama The Nutcracker

Closing ceremony balet drama The Nutcracker

Perjalanan hari selanjutnya di Wina adalah mengunjungi Schonbrunn Palace yang merupakan salah satu bangunan dengan gaya arsitektur terkenal lengkap dengan taman yang indah, dahulu dikenal sebagai istana musim panas jaman kerajaan Habsburg.

Halaman istana yang luas yang menjadi area yang ideal untuk berfoto dengan latar bangunan yang anggun ditambah dengan adanya pohon natal raksasa yang menjadi center attraction di saat musim dingin.   Sayang kami tidak bisa menikmati taman di belakang istana karena pada musim dingin taman tersebut tidak dibuka untuk umum.

Schonbrunn Palace

Schonbrunn Palace

Harus bergaya di sini

Harus bergaya di sini

Family photo-session di samping kompleks Schonbrunn Palace

Family photo-session di samping kompleks Schonbrunn Palace

Bangunan sayap kiri Schonbrunn Palace

Bangunan sayap kiri Schonbrunn Palace

Dari Schonbrunn kami menuju ke Hofburg Palace dengan naik kereta. Sungguh nyaman dan pengalaman tersendiri bisa menikmati moda transportasi umum di Wina karena informasi yang jelas dan kondisi yang baik.

Stasiun kereta api Schonbrunn

Stasiun kereta api Schonbrunn

Pada saat kami tiba di Hofburg Imperial Palace, pengunjung tidak sebanyak seperti di Schonbrunn tapi walaupun lebih lengang kami harus jalan dengan hati2 mengingat lantai beton yang licin karena salju yang mencair.   Kami tidak bisa berlama2 untuk berkeliling di sini karena masih ada beberapa tempat yang harus dikunjungi sebelum sore hari kami harus menjalankan mission ‘escape to Bratislava’ :D

Hofburg Palace

Hofburg Palace

Taman Hofburg Palace di musim dingin

Taman Hofburg Palace di musim dingin

Anggunnya Hofburg Palace

Anggunnya Hofburg Palace

Again....photo-session :D

Again….photo-session :D

Tempat berikutnya yang jadi sasaran adalah makam ! ya…makam para komponis besar dunia akan kami kunjungi di pemakaman pusat (Zentral Friedhof). Setelah sebelumnya sempat mengunjungi makam2 indah di Milan, maka kami juga akan melihat keindahan makam2 di Wina.   Trem jugalah yang mengantar kami ke kompleks makam yang letaknya sedikit keluar kota Wina dan kompleks ini terdiri dari beberapa bagian.   Karena tujuan kami adalah makam para komponis di area Johann Hatzl Platz, maka setelah salah turun di kompleks pertama, kami balik lagi untuk naik trem menuju kompleks makam ke dua demi menghemat waktu dan tenaga di banding berjalan kaki.

Zentral Friedhof  (Pemakaman Pusat)

Zentral Friedhof (Pemakaman Pusat)

Jalan masuk menuju kompleks makam

Jalan masuk menuju kompleks makam

Makam aristokrat

Makam aristokrat

Dilihat dari bentuk nisannya...ini mungkin makam rakyat biasa

Dilihat dari bentuk nisannya…ini mungkin makam rakyat biasa

Yang punya ide mengunjungi makam ini adalah Marcel sehingga bisa dong dibayangkan betapa kegembiraan tergambar diwajahnya begitu kami tiba di bagian makam yang bertuliskan ‘Musiker’ ….ya di bagian itu dengan posisi setengah lingkaran   berjejer makam2 :   Beethoven, Johann Stravss, Brahms, Nicolaus Dumba, Franz Schubert dengan pusatnya di tengah-tengah adalah semacam memorial grave untuk Wolfgang Amadeus Mozart., mengingat Mozart tidak dimakamkan di Zentral Friedhof; menurut info yang ada Mozart dimakamkan di common grave, St.Marx Cemetery.

Direktori makam para komponis

Direktori makam para komponis

Johann Stravss

Johann Stravss

Brahms

Brahms

Si wajah bahagia

Si wajah bahagia

ki-ka ; Bethoven,  Mozart, Schubert

ki-ka ; Bethoven, Mozart, Schubert

Setelah itu kami juga sempat menengok makam2 lainnya seperti makam para pejabat yang dikelompok2kan secara rapi. Sekilas perbedaan dengan makam di Milan adalah makam2 di Wina pada batu nisannya selain dituliskan nama, juga dituliskan keterangan ‘siapa aku’ dan atau pernah menjabat sebagai apa.

Menjelaskan siapa aku

Menjelaskan siapa aku

Burgermeister = Mayor ?

Burgermeister = Mayor ?

Bapaknya Letnan,  anaknya pengusaha resto dan hotel ...begitulah kira2 :D

Bapaknya Letnan, anaknya pengusaha resto dan hotel …begitulah kira2 :D

Lay out makam yang rapih dan informatif

Lay out makam yang rapih dan informatif

Kunjungan ke Wina walaupun singkat tapi berkesan, berkeliling kota dengan trem, memberi kami kenangan tersendiri akan praktisnya transportasi umum yang sudah terintegrasi dengan baik yang memudahkan pelancong2 seperti kami menjelajah kota dalam waktu yang yang dapat diprediksi dengan tepat.

Keliling kota naik trem....nyaman !

Keliling kota naik trem….nyaman !

Salah satu sudut kota Wina :Mahnmal Gegen Krieg und Faschismus

Salah satu sudut kota Wina :Mahnmal Gegen Krieg und Faschismus

Albertina Museum

Albertina Museum

St. Stephenplatz

St. Stephenplatz

Contohnya sore itu dari kunjungan ke makam,  kami harus segera balik ke terminal bus, yang bisa kami capai dalam waktu singkat, untuk selanjutnya menuju Bratislava untuk  menghabiskan sore dan malam di sana :D

Note :  Bila kamu hanya punya waktu makan yang singkat,   ini rekomendasi resto cepat saji yang patut kamu cobadi Wina,  Burgerme….saladnya enaaaaak banget !

Burgerme ada di samping terminal bus

Burgerme ada di samping terminal bus

Ini salad yang enak...enak...enak

Ini salad yang enak…enak…enak

 

Info mengenai Schonbrunn Palace, dapat dilihat di : www.schoenbrunn.at

Info mengenai Hofburg Palace, dapat dilihat di : www.hofburg-wien.at

 

* Maureen T. Rustandi

 

 

 

 

Mother’s Day, A Love Note to My Sons

May 12, 2015 by Maureen T. Rustandi

The only one,  just like the morning sun.  Happy Mother’s Day.

Ya…kalimat itulah yang tertulis pada kartu ucapan ’Happy Mother’s Day’ yang didesign khusus oleh Mario dan dikirim  ke saya via e-mail.  Tidak ada postingan di timeline facebook dengan kalimat indah penuh pujian yang panjang-panjang seperti yang banyak diterima oleh teman2 saya dari anak-anak (perempuan)  mereka :D

 

Happy Mother's Day Card designed by Mario Averdi

Happy Mother’s Day Card
designed by Mario Averdi

 

Dearest Mario,

The only one,  just like the morning sun. A simple words with deep meaning. Terima kasih Mario ….design kartunya elegant,  kalimatnya simple tapi berarti dalam,  dan ….Mario banget !   Semoga  Mama tetap bisa menjadi ‘matahari pagi’ untukmu.

I love you,  Mario!

 

with my sons :)

with my sons :)

 

Dearest Marcel,

Marcel, setiap hari memang Mother’s Day bagimu, tapi tetap harus ada 1 hari khusus untuk kamu merayakannya, karena kalau tidak…hari-hari akan berlalu secara rutin dan membosankan.  Kadang di kala mendung, sinar matahari tertahan awan kelabu dan sinarnya tidak sampai ke bumi, tapi dia tetap ada dan terbit di ufuk Timur.  Mama always be here for you …in good or in bad shape ;)

I love you, Marcel !

Jakarta,   12 Mei 2015

Maureen T.  Rustandi