(STOP) Merayakan Kebodohan !

February 4, 2017 by Maureen T. Rustandi

Beberapa minggu yang lalu jagad sosmed di Indonesia meriah dengan komentar atas cuitan Presiden RI yang ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono,  yang lebih dikenal dengan sebutan SBY.  Cuitan beliau yang menarik perhatian itu adalah sebagai berikut : ‘ Ya Allah,  Tuhan YME,  negara koq jadi begini.  Juru fitnah & penyebar ‘hoax’ berkuasa dan merajalela.  Kapan rakyat dan yang lemah menang.’    Di sini saya tidak menanggapi cuitan beliau atau mereka-reka apa maksud (politis) tersembunyi dari  cuitan tersebut,  tetapi lebih kepada masalah ‘hoax’  yang memang merajalela.

Hoax itu sebenernya apa sih ? simpelnya,  ‘hoax’ adalah berita palsu;  kalau dijabarkan secara detail bisa seperti ini : ‘Hoax’ adalah suatu pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu;  si penulisnya secara sadar menciptakan berita palsu yang umumnya berisi provokasi (dan juga SARA) yang umumnya mengandur unsur kehebohan.   Jadi penulis ‘hoax’ sudah jelas mempunyai niat yang tidak baik dengan menulis berita palsu dan menyebarkannya.

Sehingga tidak heran jauh sebelum cuitan SBY itu muncul,  Presiden Jokowi sudah menyatakan perang terhadap ‘hoax’ dengan memerintahkan perangkat kementrian Kominfo dan kepolisian cyber crime untuk mengawasi dan menutup akun-akun medsos atau website penyebar ‘hoax’.   Menurut kabar sepanjang tahun 2016,  ada 300 akun medsos penyebar ‘hoax’ yang diblokir.

Apabila pemerintah sudah berupaya keras memerangi ‘hoax’  dan tampaknya ‘kemenangan’ atas perang itu masih jauh untuk diraih,  apakah kita sebagai rakyat hanya bisa berdiam diri ?  padahal yang membuat, yang membaca, yang menyebarkan semua ‘hoax’ itu adalah diri kita sebagai rakyat;  dan yang menjadi korban ‘hoax’ pun diri kita juga.

Sebagai pribadi yang baik,  tentu kita tidak akan melakukan penipuan dan provokasi dengan menulis hal-hal yang palsu,  menyesatkan dan menimbulkan keresahan.  Dalam hal ini kita sepakat bahwa kita dapat membantu pemerintah memenangkan perang ini dengan tidak menjadi penulis ‘hoax’.  OK ya :)

Lalu,  bagaimana dengan pribadi lain atau orang lain yang tetap menuliskan ‘hoax’ ? biarkan saja mereka melakukan hal itu,  bukan menjadi kewajiban kita untuk menasihati mereka satu persatu karena hal ini sulit terwujud karena kita tidak mengenal mereka, itu akan menjadi sia-sia dan tidak berguna.   Yang perlu kita sadari adalah tulisan mereka itu tidak akan menjadi viral atau menghebohkan sehingga diyakini kebenarannya kalau kita tidak menyebarluaskannya kepada orang lain.

Stop hoax dan jaga nalarmu !

Stop hoax dan jaga nalarmu !

Selama ini mungkin tanpa kita sadari,  kita telah menjadi korban ‘hoax’ dengan ikut membacanya;   kemudian sebagai korban yang innocent,  kita  menyebarkan berita ‘hoax’ tersebut karena berbagai alasan,  misalnya ingin menjadi orang pertama di komunitas yang menyampaikan suatu ‘berita heboh’ karena pingin dianggap sebagai orang yang paling updet,  padahal  kita belum tahu apakah ‘berita heboh’ itu benar,  jadi dalam hal ini apa perlunya menjadi orang pertama yang menyebarkan berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya ?  kamu akan  dianggap kudet juga kan ?  Kalo kudet itu berarti kurang informasi,  kurang pengetahuan,  ya ?  Kurang pengetahuan itu artinya bodoh,  ya?  Jadi kudet bisa disamakan dengan bodoh,  gitu ya.

Nah…maksud hati mau dianggap paling updated tapi akhirnya kita bisa dianggap memamerkan kebodohan kita dan itu terjadi di media sosial yang dibaca oleh banyak orang.  Layaknya seperti di sebuah pesta terbuka,   kita merayakan kebodohan.

Contoh paling nyata untuk kasus ini adalah saat seorang presiden mempercayai informasi air bisa diolah menjadi BBM atau gunung batu mengandung harta karun berupa emas.  Alih-alih pingin jadi yang paling updet mengungkap hal tersebut tapi nyatanya hanya kebodohan yang dipamerkan.

Selain alasan di atas,  banyak alasan lain yang membuat seseorang ikut menyebarkan berita ‘hoax’ tapi pada intinya kalau kita tanya kepada orang-orang tersebut,  sebagian besar mereka akan menyebut hal itu hanya sekedar berbagi informasi,  tanpa merasa hal itu suatu kekeliruan atau bahkan suatu dosa besar 😉

Bagaimana bukan suatu dosa kalau yang disebarkan adalah sebuah kebohongan kepada masyarakat ? kebohongan yang bahkan bisa memecahbelah kesatuan negara ? So,  jadi mari sadarlah teman,  dalam hal ini banyak yang bisa kita perbuat untuk membantu pemerintah memenangi perang terhadap ‘hoax’,  ikut menciptakan suasana nyaman di lingkungan dan komunitas kita dan terlebih lagi kita bisa mengurangi perbuatan dosa yang tidak perlu banget untuk dilakukan.

Caranya bagaimana supaya kita tidak terus menerus merayakan kebodohan dan terus menerus menambah dosa kita?  Yang perlu kita lakukan hanyalah mengasah kepekaan dan kecerdasan kita.   Peka membaca berita,  dalam arti bisa merasa dan mengenal suatu berita dari sumber berita,  gaya penulisan, kata-kata yang digunakan,  maksud yang disampaikan dan tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah berita.

turn back hoax

turn back hoax

Berita ‘hoax’ umumnya bersumber dari situs abal-abal, tanpa nama penulis,  ditulis dengan gaya langsung yang menarik perhatian dengan memakai kata-kata yang bombastis untuk isi berita yang cenderung memprovokasi,  tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bohong (bahkan fitnah) dengan tujuan untuk menyebar kebencian,  ketakutan (teror),  kekacauan dan mungkin juga sebaliknya,  menawarkan keuntungan (materi) yang luar biasa dengan cara yang tidak masuk akal.

Kalau kita menemukan berita2 seperti ini,  bacalah dengan teliti dan  menganalisanya berdasarkan fakta,  pengetahuan dan pengalaman yang ada  sehingga di sini kita juga mengasah kecerdasan,  memperkuat nalar dan memberdayakan akal budi kita;  di samping itu kita juga boleh ‘bertanya’ kepada Mbah Google dengan cara menuliskan satu keyword utama,  seperti : nama sumber berita/nama situs atau nama subyek berita.   Umumnya jawaban Mbah Google banyak dan bervariasi tapi sangat mudah untuk mengetahui jawaban mana yang benar atau mendekati benar,  yaitu dengan melihat 5-10 situs teratas,  bila kebanyakan dari situs-situs tersebut memberi jawaban yang sama,  berarti kita boleh percaya akan informasi yang diberikan si Mbah 😉

Kalau malas bertanya ke Mbah Google,  kita juga bisa mencari jawaban sendiri dengan berkunjung ke beberapa situs seperti turnbackhoaxgudanghoax ,  yang menyediakan referensi dan data base mengenai berita-berita ‘hoax’.     Sekarang ini tinggal niat baik kita saja,  mau tetap terjerumus oleh berita ‘hoax’ atau mau menjadi sedikit lebih cerdas?

Demikian sekilas ajakan saya untuk tidak merayakan kebodohan secara masif dan terstruktur  😉  mulai hari ini kita stop posting/sharing berita2’ hoax’,   stop merayakan kebodohan,  karena kita punya tanggung jawab yang besar untuk memberi contoh yang baik kepada anak-anak kita,  yaitu berupa tutur kata dan perilaku yang sopan, cermat dan jujur,  sehingga kelak kita mampu mewarisi kepada mereka tatanan hidup yang lebih baik,  lebih ramah dan toleran serta lebih berbudaya budaya dan berpikir cerdas.

Let’s  say ‘NO’ to hoax !!

Note :  Cukup terjadi sekali saja dalam sejarah kehidupan,  kita dipimpin oleh seorang presiden penikmat ‘hoax’ yang percaya bahwa air dapat diolah menjadi BBM  -duh nyinyir deh saya…menulis ini sampai 2 X,  padahal banyak contoh kasus yang lain,  apalagi saat ini menjelang pilkada serentak,  hati-hati ya ‘hoax’ berkeliaran menyebar teror- .   Hahahaa….OK,  lebih baik  saya udahan dulu yah daripada nyinyirnya berkepanjangan….. ciao ! 😀

*Maureen T. Rustandi

3 Februari 2017

__________________________________________________________________________

SPONSOR !

Cemas tiap kali bercermin karena melihat garis-garis tanda penuaan mulai tampak jelas ?  Ini cellular rejuvenation serum terbaik yang kamu perlukan untuk mengurangi keriput dan mengencangkan kulit wajah.

Luminesce Serum

Luminesce Serum

SIZE: 15 mL  – Price Rp. 1.184.500,- + ongkos kirim.  

Untuk pemesanan,  hubungi : admin@maureenrustandi.com

 

 

 

 

 

 

 

 

The Godfather

January 20, 2017 by Maureen T. Rustandi

Menulis judul di atas,  saya langsung teringat akan kisah film legendaris dengan judul yang sama,  yang dibintangi Marlon Brando dan Al Pacino.  The Godfather.   Kisah film keluarga mafioso Italia yang tinggal di New York  ini  di adaptasi dari novel dengan judul yang sama,   karangan Mario Puzo.

The Godfather Certificates

‘The Godfather Certificates’

Di sini saya tidak menulis tentang film tersebut tetapi saya mau berkisah tentang seorang Godfather bagi anak-anak saya. Godfather yang karakternya berbeda bak langit dan bumi dibanding dengan Vito Corleone atau Michael Corleone.

Saya dan suami mengenal beliau sejak tahun 90an.  Saat itu beliau menjadi ketua lingkungan dan kami melaporkan diri sebagai umat pendatang baru di lingkungan tersebut.  Dengan keramahannya, beliau dengan mudah mengajak dan melibatkan kami untuk ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan lingkungan seperti doa bersama,  kunjungan keluarga,  ceramah kesehatan dan koor lingkungan.

Saya masih ingat saat saya diperkenalkan kepada pimpinan koor,  beliau dengan tulus berkata : ini lho Mas kita bersyukur ada tambahan 1 anggota koor lagi.  Ucapan sederhana yang membuat saya, yang tidak bisa bernyanyi ini,  seperti dianggap penting dan hal ini tentunya menambah rasa percaya diri dan juga tanggung jawab saya untuk tertib berlatih koor.

Suasana lingkungan  dan hubungan antar anggota juga  guyub, akrab,  saling mendukung dan saling menolong,  sehingga timbul rasa persaudaraan di antara kami.  Saya dan suami melihat ini semua adalah berkat leadership beliau sebagai ketua lingkungan yang selalu melayani dengan kebaikan dan tulus hati,  yang semuanya terpancar melalui perilaku dan tutur kata beliau.

Mendampingi saat Mario menerima Sakramen Pembaptisan

Mendampingi saat Mario menerima Sakramen Pembaptisan

Maka dengan tanpa perlu berpikir panjang,  kami meminta beliau untuk menjadi bapa baptis bagi putra pertama kami,  Marcel yang  menerima sakramen pembaptisan  pada tahun 1994.  Pembaptisan dilakukan di Paroki Bintaro,  Gereja St. Matius Penginjil.     Selesai pembaptisan,  beliau sendiri yang mengantar surat baptis ke rumah kami,  dan saat itu beliau berucap: ‘ Oom antar surat baptis Marcel,  ini ada nama Oom di sini sebagai orang tua baptis,  tapi kalau nanti  Marcel menerima sakramen perkawinan… hhmmm mungkin Oom sudah meninggal,  tidak bisa hadir’.

Saat kelahiran anak kami yang kedua,  Mario,  kami masih tinggal di lingkungan yang sama dan saat berkunjung menengok bayi kami,  beliau berujar  kalau kami dianugerahi calon 2 putera altar yang ganteng.

Selang sebulan setelah kelahiran Mario,  kami pindah rumah ke daerah Serpong,  tetapi kepindahan ini tidak merubah keputusan kami untuk tetap meminta beliau sebagai bapa baptis Mario.  Mario menerima sakramen pembaptisan di Paroki Serpong,  Gereja St.Monika pada hari Natal tahun 1997.   Rumah yang berjauhan dengan gereja St. Monika tidak menjadikan halangan bagi beliau untuk datang sebagai bapa baptis.    Maka dengan demikian  kedua anak kami mempunyai Godfather yang sama.

Menggendong Mario bayi setelah pembaptisan

Menggendong Mario bayi setelah pembaptisan

Kepindahan dan juga kesibukan masing-masing membuat kami jarang sekali bertemu sampai akhirnya beberapa tahun terakhir ini, secara rutin kami menerima ucapan selamat dan doa yang beliau kirim kepada kami pada setiap kesempatan ulang tahun kami,  ulang tahun anak-anak, ulang tahun perkawinan,  ucapan Paskah dan ucapan Natal.   Dan kami hanya bisa membalasnya tanpa pernah berhasil mengirimkan ucapan dan doa yang sama pada hari-hari istimewa beliau,  karena kelalaian kami selama ini tidak pernah bertanya.  Sekali waktu kami sempatkan bertanya tapi setelahnya kami lupa mencatatnya dan ini terjadi bertahun-tahun,  demikian juga keinginan kami untuk mengunjungi beliau,  selalu tertunda-tunda sampai berselang tahun.

Beberapa tahun lalu kami menyempatkan diri berkunjung menengok beliau dan istri yang sudah pindah rumah dan tinggal bersama anak perempuan mereka di daerah Kedoya,  Jakarta Barat.  Saat itu beliau dan istri masih tampak gagah dan sehat.  Kami banyak tertawa bersama mengingat cerita lama yang dikisahkan dan kemudian kesibukan kami kembali memisahkan jarak antara kami lebih lama.  Tetapi beliau adalah sosok yang setia menjalin silahturahmi;  SMS beliau tidak pernah terlambat datang menyapa kami di setiap kesempatan/hari-hari istimewa kami;  sehingga kamipun berketetapan untuk menjenguk kembali setelah sekian tahun berlalu.

Saat aasyik berbagi cerita dengan kami

Saat asyik berbagi cerita dengan kami

Puji syukur.. ..pada suasana perayaan Natal 2016 kami bertemu kembali dengan beliau.  Kali ini perubahan fisik tampak nyata,  beliau lebih kurus dengan guratan wajah tua yang lebih nyata.  Banyak cerita tentang  kegiatan beliau aktif di rumah jompo,  melayani sesama lansia, melayani di gereja,  kisah ‘heroik’  saat beliau menjadi bendahara Panitia Pembangunan Gereja Maria Bunda Karmel, dan juga cerita merawat istri yang sakit,  yang sempat koma,  stroke dan kemudian sehat seperti sediakala tanpa meninggalkan bekas2 stroke.  Hebatnya semua cerita,  terutama cerita yang menyedihkan disampaikan beliau dengan santai.  Jelas terlihat bahwa semua kejadian selalu beliau nikmati dan syukuri.

Tuhan sungguh baik hati terhadap istri beliau tetapi setelah menyimak cerita bahwa  beliau yang merawat sendiri istri  : memandikan,  membersihkan, menyuapi,   selalu ada di sisi sang istri dan menjadi ‘tongkat’ tempat sang istri menopang diri;   saat itu kami  disadarkan  bahwa  kami sedang berhadapan dengan seorang  yang berkomitmen tinggi  memegang janji yang pernah diucapkan di hadapan Tuhan untuk selalu setia  dalam segala situasi….terlebih dalam situasi ‘kemalangan’.

Kesetiaan suami sudah tentu memberi kebahagian untuk  istri,  dan ini tampak jelas terpancar dari wajah sang istri  yang saat itu sedang mengalami gangguan penglihatan.  Yaa…sang istri dalam kondisi kurang bisa melihat setelah satu mata mengalami kebutaan karena kesalahan pemakaian obat,  saat ini mata yang satunya juga mengalami gangguan. Percaya pada sang suami yang selalu ada di sisinya,  maka ia dapat bangun dari tempat tidur,  berjalan ke luar kamar dan menyambut kami dengan hangat dan gembira….tidak tampak beliau saat itu sedang tidak dapat melihat dengan baik.

Diapit Mario dan Marcel

Diapit Mario dan Marcel

Kami sungguh bersyukur Tuhan mempertemukan kami dengan beliau dan menunjuk beliau menjadi bapa baptis,  menjadi Godfather bagi anak-anakNYA, anak-anak yang dititipkan kepada kami.

Beliau sosok yang sederhana,  setia dan bertekun melayani istri,  sesama dan melayani Tuhan,  sungguh Godfather yang ideal bagi Marcel dan Mario.  Semoga anak-anak kami yang mendengar langsung kisah kesetiaan beliau dapat mengambil hikmat dan menjadikan beliau patron untuk kehidupan mereka saat ini dan selanjutnya.

Beliau adalah Stephanus Widyartono Rahardjo,  yang bersama istri tercinta,  kami sapa  sebagai ‘Oom dan Tante Wid’,  dan anak-anak kami memanggil mereka : ‘Opa dan Oma Wid’.

Terima kasih Oom Wid,  doa kami  semoga Oom dan Tante selalu sehat  dan panjang umur sehingga masih  berkesempatan suatu saat menghadiri pernikahan Marcel dan Mario 😉    God bless you all the way !♥♥♥

Note :

Oh ya… Oom,  ada beberapa hal yang saat kita bertemu lupa kami sampaikan,   yaitu Marcel menjadi Putera Altar saat kuliah di Jepang;  Mario tertarik untuk menjadi Pemazmur (semoga suatu saat terwujud),   Sunardi saat ini aktif di Dewan Paroki Administratif St. Ambrosius dan melayani juga sebagai Prodiakon dan saya sendiri melayani sebagai Ketua Lingkungan dan Lektor.  Semoga kiranya kami juga dapat meneladani semangat pelayanan yang Oom berikan.  Amin!

* Maureen T. Rustandi

20 Januari 2017

__________________________________________________________________________

SPONSOR !

Cemas tiap kali bercermin karena melihat garis-garis tanda penuaan mulai tampak jelas ?  Ini cellular rejuvenation serum terbaik yang kamu perlukan untuk mengurangi keriput dan mengencangkan kulit wajah.

Luminesce Serum

Luminesce Serum

 

SIZE: 15 mL  – Price Rp. 1.184.500,- + ongkos kirim.  

Untuk pemesanan,  hubungi : admin@maureenrustandi.com

 

 

 

 

 

 

From Sophie Grace : 5 Beauty Tips You Have To Do in 2017

December 30, 2016 by Maureen T. Rustandi

Wow,   how time flies !  Just a few days ago we were celebrating Christmas and now we are 2 days away from the new year.

And you know what most of us like to do in the begining of the new year?

Planning our New Year Resolution of course.

And today, I want to share with you 5 beauty resolutions you can make in 2017 to become more beautiful and of course, more confident.

You may know some some of these tips already but I bet that you either don’t do it or do it frequently.

Trust me, if you do just ONE of them in 2017, you will definitely have a glowing, youthful ski by the year end.

  • Take Off Your Makeup Every Night

Ask any dermatologist: Cleansing your face on a daily basis is crucial for a clear complexion.

If left on overnight, makeup and free radicals (from bus exhaust, the sun, germs on your cell phone) cause dead skin cells to build up, clogging pores and creating an uneven canvas for makeup application.

Instead of waiting until you’re half-asleep and the bathroom feels miles away, wash your face as soon as you get home.

And because we’re all about shortcuts to success: Keep cleansing wipes in your bedside table as an insurance policy for even the latest nights.

  • Start Using Retinol

This ingredient, a vitamin-A derivative, packs a major anti-aging punch: It fights wrinkles, dark spots and dullness.

It boosts collagen and makes your skin cells turn over more quickly, making skin plumper and fresher-looking. So slap some on before you go to work every day.

  • Wear SPF Everyday

Sunscreen is hands-down required for everyone, year-round, whether you’re going outdoor or staying indoor.

Broad-spectrum sunscreens protect skin from skin cancer and aging (UVA rays) and sunburns (UVB rays).

The simplest way to get accustomed to using SPF (you need one of at least 30spf) consistently is to work it into your regular morning routine by using a moisturizer with a built-in sunscreen.

Get one this weekend so you can begin your New Year strong!

  • Test-Drive a New Color Each Month

With all the beautiful shades out there right now, why stick with your same old neutral brown shadow and dark berry gloss?

Experiment across the board. Try different colors of shades and you might be suprise what colors look good on you.

  • Find Your Perfect Blush

The whole idea is to mimic a healthy glow.

For example, fair-skinned women should pick apricots or pale pinks; beige-roses and tawny shades flatter medium complexions; and punchy fuchsias and tangerines warm up deeper complexions.

Cream blush is best for dry skin—it almost acts as an extra layer of moisturizer.

On oily skin, a powder formula will last longer.

Experiment with matte formulas to find the right shade—shimmery pigments can be tough to match to your skin tone though.

There you have it.

5 New Year beauty Resolution for you to work on in 2017.

Though these tips will help you look more radiant and beautiful for the New Year, it will take a few weeks to months to see effect.

Regards,
Sophie Grace

————————————————————————————————————————-

SPONSOR !

If you want to look 10 years younger within minutes,  try use Instantly Ageless™ .   Instantly Ageless is a powerful anti-wrinkle microcream that works quickly and effectively to diminish the visible signs of aging.

instantly-agelessSIZE: 50 – 0.3 mL sachets (15 mL total) – Price Rp. 678.500,- + delivery cost.  

For order,  kindly contact : admin@maureenrustandi.com

It can get rid of eye bags or wrinkles in just 2 minutes less !

Belajar Menjadi Saluran Berkat

December 28, 2016 by Maureen T. Rustandi

Masih jelas dipelupuk mata kebahagian wajah-wajah tua yang tinggal di sebuah panti jompo,  saat mereka menyambut kedatangan serombongan tamu yang datang berkunjung.  Dengan badan yang ringkih dan keterbatasan bergerak,  mereka duduk tertib berderet rapih.

Demikian juga keceriaan kasat mata dari sekelompok anak-anak yang badan kurus dan kepala botak,  mereka berlarian di lantai beralas  permadani kusam, asik bermain dan tertawa riang bersama beberapa tamu yang mengunjungi mereka di rumah singgah untuk anak pengidap kanker.

blessing-to-othersSebenarnya apa sih yang dilakukan para tamu itu sehingga orang-orang yang mereka kunjungi,  yang tua renta dan yang sedang sakit,  sangat antusias dan riang gembira ? Umumnya para tamu itu datang dengan kelompok atau komunitas mereka untuk melakukan apa yang namanya bakti sosial (baksos).  Mereka datang membawa makanan, bingkisan dan juga uang.    Di samping hal-hal material tersebut,  mereka juga siap  menghibur melalui nyanyian,  permainan atau bercerita.   Intinya mereka siap berbagi berkat,  yaitu kegembiraan.

Lalu bagaimana dengan  sekumpulan anak-anak muda yang antusias bernyanyi dan berjoget di panggung sederhana pada sebuah aula ?  mereka tidak asal bernyanyi atau berjoget tetapi mereka juga  ‘berteriak’  kepada ‘penonton’ nya.

Anak-anak muda ini rupanya sedang ber ‘ice-breaking’,   berbagi kegembiraan dan semangat kepada para peserta rapat karya.   Di tengah kantuk yang menyerang para peserta rapat,  kiranya hiburan dari para anak-anak muda itu tetap bisa membuat mata melek dan pikiran segar.

‘Berbagi’,  menjadi kata yang secara tidak sengaja sering saya sebut di atas,  yang makna sederhananya adalah memberikan atau mengalihkan sebagian dari yang kita miliki kepada orang lain yang kebetulan tidak memilikinya,  dengan tujuan agar orang tersebut bisa merasakan kegembiraan yang sama karena memiliki sesuatu tersebut.

Apakah tujuan berbagi kegembiraan ini selalu tercapai dengan kegiatan-kegiatan bakti sosial ?  Saya pribadi meragukannya.   Apa yang terjadi pada penghuni panti jompo setelah rombongan tamu-tamu pulang meninggalkan mereka ?  bagaimana situasi anak-anak penderita kanker setelah bingkisan dibagikan dan mereka kembali ke kamar masing-masing?  Saya yakin orang-orang tua jompo itu akan kembali kesepian dan anak-anak penderita kanker itu kembali sendirian  berjuang menjalani pengobatan.  Jadi sia-sia kah baksos yang kita jalankan ?

Baksos yang kita jalankan tidak pernah sia-sia walaupun tujuannya tidak tercapai sepenuhnya  karena kita tahu bahwa kegembiraan yang  kita bagikan itu sesaat sifatnya dan bukan sesuatu yang abadi.  Karena tidak ada kegembiraan yang abadi,  maka yang harus kita lakukan adalah tidak pernah berhenti untuk terus berbagi,  tidak harus berbagi dengan melakukan baksos, tetapi berbagi dengan cara-cara yang sederhana.  Contohnya seperti yang dilakukan oleh anak-anak muda yang menghibur dengan nyanyian atau jogetannya tersebut di atas.   Anak-anak  itu  secara sederhana sedang beraksi menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Kita sering berucap ’saya bersyukur’ atau ’ I am blessed’ atas berkat yang kita terima dan berapa sering blessed-to-be-a-blessing kita melanjutkannya dengan membagi berkat yang kita syukuri itu kepada orang lain ?   Maafkan saya, kalau saya bilang,  umumnya  ucapan syukur kita berhenti hanya sampai dibibir saja karena secara tidak sadar kita menyimpan berkat kita sendiri hanya untuk kita,  kita kuatir berkat kita cepat habis kalau dibagikan.    Kita belum  ikhlas.

Di samping itu kita juga acap lupa akan berkat-berkat yang selalu ada dalam diri kita yaitu berupa bakat-bakat yang kita miliki,  keseharian kita yang ’biasa-biasa’ saja dan waktu yang kita miliki juga merupakan berkat yang sudah tersedia.  Kita cenderung melihat berkat dalam sesuatu yang material dan yang luar biasa.  Menurut saya ungkapan ’counting your blessings’ itu sebuah kekeliruan karena kenyataannya kita tidak mampu menghitung berkat kita,  karena berkat yang kita terima mengalir sepanjang kita masih bernapas.

Dalam keseharian kita yang sendiri dan ‘biasa-biasa’ saja,  kita tetap bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.   Kita hanya perlu sedikit bekerja sama dengan hati kita untuk ’mendengar’ apa maunya Tuhan.  Biasanya Tuhan hanya ingin kita melakukan hal yang sederhana saja dengan sesuatu yang Dia berikan.   Seperti anak-anak muda yang bernyanyi dan berjoget itu,  kita juga bisa berbagi sesuai  dengan kebisaan kita sekecil apapun itu.

Mari kita mulai  belajar sendiri  tanpa perlu menunggu kelompok atau komunitas,  dengan memanfaatkan waktu yang ada dan  bakat-bakat kecil yang kita miliki,   untuk dengan ikhlas tanpa henti menjadi saluran berkat bagi orang lain,   tidak hanya untuk menjadikan hidup kita lebih berarti tetapi lebih kepada kepentingan orang lain yang menerima manfaatnya.

Percayalah dengan segala keikhlasan berbagi,  maka berkat kegembiraan tanpa putus yang kita berikan juga akan kita nikmati.

Note :

Tulisan ini merupakan catatan akhir tahun 2016,  sebagai ‘reminder’ untuk diri  sendiri,   setelah selama ini jatuh bangun belajar menjadi saluran berkat.   Kata ‘kita’  bisa dibaca sebagai ‘saya’.    Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sempat membacanya :)

Terima kasih kepada mantan pacar yang  tidak pernah mengeluh dalam pelayanan dan menjadi inspirasi catatan akhir tahun ini.

Salam dan Selamat Tahun Baru 2017 … God bless us to be a blessing to others ! 😉

*Maureen T. Rustandi

Jakarta,  28 Desember 2016

————————————————————————————————————————

SPONSOR ! 😉

If you want to look 10 years younger within minutes,  try use Instantly Ageless™ .   Instantly Ageless is a powerful anti-wrinkle microcream that works quickly and effectively to diminish the visible signs of aging.

instantly-agelessSIZE: 50 – 0.3 mL sachets (15 mL total) – Price Rp. 678.500,- + delivery cost.  

For order,  kindly contact : admin@maureenrustandi.com

It can get rid of eye bags or wrinkles in just 2 minutes less !